Mesir Peringatkan Israel Agar Tak Buka Front Perang Baru di Lebanon
Senin, 29 Juli 2024 - 17:01 WIB
Orang-orang Druze menghadiri pemakaman sepuluh orang muda yang tewas akibat serangan roket dari Lebanon, di desa Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel, 28 Juli 2024. Foto/EPA-EFE/ATEF SAFADI
KAIRO - Mesir memperingatkan pada Minggu (28/7/2024) tentang risiko pembukaan front perang baru di Lebanon dan menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza.
Peringatan itu menyusul tewasnya 12 orang dalam serangan rudal di kota Druze Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Meski Israel menyalahkan Hizbullah atas serangan hari Sabtu, kelompok Lebanon itu membantah bertanggung jawab.
Dalam pernyataan, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan, “Pembukaan front perang baru di Lebanon dapat menyeret kawasan itu ke dalam perang regional habis-habisan."
Kementerian itu menggarisbawahi pentingnya "mendukung Lebanon, rakyatnya, dan lembaganya, serta menyelamatkan negara itu dari kengerian perang."
Pernyataan itu menyerukan negara-negara berpengaruh "untuk segera campur tangan guna menyelamatkan rakyat di kawasan itu dari konsekuensi bencana lebih lanjut dari perluasan konflik, yang dapat menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional."
Peringatan itu menyusul tewasnya 12 orang dalam serangan rudal di kota Druze Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Meski Israel menyalahkan Hizbullah atas serangan hari Sabtu, kelompok Lebanon itu membantah bertanggung jawab.
Dalam pernyataan, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan, “Pembukaan front perang baru di Lebanon dapat menyeret kawasan itu ke dalam perang regional habis-habisan."
Kementerian itu menggarisbawahi pentingnya "mendukung Lebanon, rakyatnya, dan lembaganya, serta menyelamatkan negara itu dari kengerian perang."
Pernyataan itu menyerukan negara-negara berpengaruh "untuk segera campur tangan guna menyelamatkan rakyat di kawasan itu dari konsekuensi bencana lebih lanjut dari perluasan konflik, yang dapat menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional."
Lihat Juga :