Rusia Klaim Negara ASEAN Tertarik dengan Proposal Keamanan Eurasia Baru
Sabtu, 27 Juli 2024 - 17:20 WIB
"Aspek mengkhawatirkan lainnya adalah bahwa Amerika Serikat baru-baru ini telah menyelesaikan perjanjian dengan Korea Selatan tentang perencanaan nuklir bersama," kata Lavrov dalam konferensi pers. Dia menambahkan bahwa "sejauh ini, kami bahkan tidak dapat memperoleh penjelasan tentang apa arti [perjanjian] ini, tetapi kami tidak ragu bahwa hal itu menyebabkan kecemasan tambahan."
Lavrov mengungkapkan, Rusia berusaha memastikan bahwa Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memiliki kendali penuh atas kegiatan AUKUS dalam masalah penyebaran komponen senjata nuklir di Kawasan Asia-Pasifik.
"Langkah pertama diambil ketika blok AUKUS dibentuk - AS, Inggris, dan Australia - sebuah proyek untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir," papar Lavrov.
Dia mengatakan, topik tersebut sangat berisiko dan membutuhkan kontrol penuh yang konstan oleh IAEA, yang belum sepenuhnya siap bagi anggota AUKUS, tetapi kami juga berusaha memastikan bahwa Badan Tenaga Atom menggunakan kewenangannya secara maksimal, sehingga ada transparansi penuh.
"Namun, sejauh ini, kami belum terlalu berhasil melakukannya," katanya dalam konferensi pers tersebut.
Baca Juga: Kremlin: Rusia Tidak Memiliki Ilusi tentang Trump
Menteri luar negeri Rusia mencatat bahwa ia akan membahas manuver AS di sekitar Semenanjung Korea dengan mitranya dari Korea Selatan, Cho Tae-yul, di kemudian hari di Laos.
Lavrov mengungkapkan, Rusia berusaha memastikan bahwa Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memiliki kendali penuh atas kegiatan AUKUS dalam masalah penyebaran komponen senjata nuklir di Kawasan Asia-Pasifik.
"Langkah pertama diambil ketika blok AUKUS dibentuk - AS, Inggris, dan Australia - sebuah proyek untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir," papar Lavrov.
Dia mengatakan, topik tersebut sangat berisiko dan membutuhkan kontrol penuh yang konstan oleh IAEA, yang belum sepenuhnya siap bagi anggota AUKUS, tetapi kami juga berusaha memastikan bahwa Badan Tenaga Atom menggunakan kewenangannya secara maksimal, sehingga ada transparansi penuh.
"Namun, sejauh ini, kami belum terlalu berhasil melakukannya," katanya dalam konferensi pers tersebut.
Baca Juga: Kremlin: Rusia Tidak Memiliki Ilusi tentang Trump
Menteri luar negeri Rusia mencatat bahwa ia akan membahas manuver AS di sekitar Semenanjung Korea dengan mitranya dari Korea Selatan, Cho Tae-yul, di kemudian hari di Laos.
Lihat Juga :