Rencana AS Hidupkan Kembali Sanksi PBB Picu Skandal Serius di DK

Senin, 24 Agustus 2020 - 17:19 WIB
Dia ingat bahwa Washington menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tentang program nuklir Iran, dengan menggambarkannya sebagai kesepakatan buruk.

"Masalahnya adalah bahwa salah satu negara di balik resolusi konsensus tentang program nuklir Iran mengumumkan bahwa mereka tidak akan memenuhi kewajiban yang telah dilakukan, tetapi pada saat yang sama menuntut agar negara lain mengikuti rekomendasinya," kata Lavrov.

"Mereka mengumumkan bahwa tidak ada yang bisa menghentikan AS, ketika akan memutuskan untuk menghukum Iran karena diduga melanggar perjanjian yang darinya AS telah ditarik. Kedengarannya paradoks dan cukup kikuk, tapi begitulah adanya," ujarnya.

AS, jelasnya, menyatakan bahwa mereka tidak akan memenuhi kewajibannya, untuk tidak menjatuhkan sanksi baru pada Iran, untuk mencabut pembatasan yang ada dan membiarkan Iran untuk berpartisipasi penuh dalam perdagangan internasional dan pertukaran ekonomi. ( Baca juga: Hipnotis Pedagang HP, Dua WNA Bersaudara Babak Belur Dihajar Warga di Bekasi )

"AS mengatakan tidak akan melakukan ini dan terlebih lagi, akan melarang semua orang melakukan ini dalam hubungannya dengan Iran," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!