Intelijen AS Sebut Upaya Pembunuhan Donald Trump Akan Terus Berlanjut
Rabu, 17 Juli 2024 - 22:22 WIB
Teheran menyebut Trump penjahat karena memerintahkan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani pada Januari 2020 ketika pejabat Iran mengunjungi Irak. Presiden AS membenarkan keputusan tersebut dengan mengklaim bahwa jenderal tersebut secara aktif berkomplot melawan warga negara Amerika.
Soleimani, yang merupakan tokoh kunci dalam perjuangan regional melawan ISIS, dirayakan sebagai pahlawan nasional di negara asalnya. Teheran membalas pembunuhannya dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Irak beberapa hari kemudian. Militer Amerika telah diperingatkan sebelumnya dan memiliki cukup waktu untuk melindungi personelnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan bahwa negaranya bermaksud membunuh Trump dan menyatakan bahwa klaim tersebut dibuat dengan “motif dan tujuan politik yang jahat.”
Penjabat Menteri Luar Negeri Ali Bagheri Kani mengatakan kepada Fareed Zakaria dari CNN bahwa Teheran berkomitmen untuk mengadili orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan Soleimani. “Iran akan menggunakan semua opsi hukum di dalam negeri dan di tingkat internasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan,” katanya.
Soleimani, yang merupakan tokoh kunci dalam perjuangan regional melawan ISIS, dirayakan sebagai pahlawan nasional di negara asalnya. Teheran membalas pembunuhannya dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Irak beberapa hari kemudian. Militer Amerika telah diperingatkan sebelumnya dan memiliki cukup waktu untuk melindungi personelnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan bahwa negaranya bermaksud membunuh Trump dan menyatakan bahwa klaim tersebut dibuat dengan “motif dan tujuan politik yang jahat.”
Penjabat Menteri Luar Negeri Ali Bagheri Kani mengatakan kepada Fareed Zakaria dari CNN bahwa Teheran berkomitmen untuk mengadili orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan Soleimani. “Iran akan menggunakan semua opsi hukum di dalam negeri dan di tingkat internasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan,” katanya.
(ahm)
Lihat Juga :