'Deep State' AS Coba Sabotase Pembicaraan Damai Afghanistan
Minggu, 23 Agustus 2020 - 23:40 WIB
(Baca: AS akan Tarik Ribuan Tentara dari Afghanistan )
The New York Times pada bulan Juni melaporkan, mengutip sumber-sumber intelijen AS yang tidak disebutkan namanya, bahwa Rusia membayar militan yang terkait dengan Taliban untuk membunuh tentara Amerika dan pasukan koalisi di Afghanistan. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Rusia, Gedung Putih, Pentagon dan Taliban.
“Kami melihat tuduhan bahwa Rusia telah memberikan hadiah kepada elemen kriminal yang terkait dengan Taliban untuk membunuh tentara Amerika di Afghanistan beberapa minggu lalu," ungkap Sleboda.
"Itu tidak pernah didukung oleh bukti yang kuat. Faktanya, badan intelijen AS secara resmi mengatakan mereka tidak dapat memastikan bahwa ini pernah menjadi hal yang nyata, dan sekarang cerita terbaru adalah bahwa ini seperti terulang, kecuali Iran kali ini," jelasnya.
The New York Times pada bulan Juni melaporkan, mengutip sumber-sumber intelijen AS yang tidak disebutkan namanya, bahwa Rusia membayar militan yang terkait dengan Taliban untuk membunuh tentara Amerika dan pasukan koalisi di Afghanistan. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Rusia, Gedung Putih, Pentagon dan Taliban.
“Kami melihat tuduhan bahwa Rusia telah memberikan hadiah kepada elemen kriminal yang terkait dengan Taliban untuk membunuh tentara Amerika di Afghanistan beberapa minggu lalu," ungkap Sleboda.
"Itu tidak pernah didukung oleh bukti yang kuat. Faktanya, badan intelijen AS secara resmi mengatakan mereka tidak dapat memastikan bahwa ini pernah menjadi hal yang nyata, dan sekarang cerita terbaru adalah bahwa ini seperti terulang, kecuali Iran kali ini," jelasnya.
(esn)
Lihat Juga :