Ini Reaksi Dunia setelah Donald Trump Ditembak saat Kampanye Pilpres AS

Minggu, 14 Juli 2024 - 13:14 WIB
Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan dia “sangat prihatin dengan serangan terhadap teman saya”.

“Mengutuk keras kejadian tersebut. Kekerasan tidak memiliki tempat dalam politik dan demokrasi. Doakan dia cepat sembuh. Pikiran dan doa kami bersama keluarga korban, mereka yang terluka, dan rakyat Amerika,” tulis Modi di X.

Jepang



Perdana Menteri Fumio Kishida juga menentang serangan politik, dengan mengatakan, “Kita harus berdiri teguh melawan segala bentuk kekerasan yang menantang demokrasi.”

Dia menulis di X, “Saya berdoa agar Presiden Trump cepat sembuh.”

Hongaria



Perdana Menteri Viktor Orban mengatakan “pikiran dan doanya” ada pada Trump “di saat-saat kelam ini”.

Italia



Perdana Menteri Giorgia Meloni mengatakan dia “mengikuti dengan kekhawatiran” kabar terbaru dari Pennsylvania dan berharap Trump segera pulih.

Dia juga mengungkapkan harapannya bahwa “pada bulan-bulan berikutnya setelah kampanye pemilu, dialog dan tanggung jawab dapat mengalahkan kebencian dan kekerasan”.

Australia



Perdana Menteri Anthony Albanese menggambarkan penembakan itu sebagai sesuatu yang “mengkhawatirkan dan mengonfrontasi”, dan menyatakan kelegaannya karena Trump selamat.

“Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam proses demokrasi,” tambahnya.

Argentina



Presiden Javier Milei menyalahkan “kiri internasional” atas apa yang disebutnya sebagai “upaya pembunuhan yang pengecut”.

“Karena panik karena kalah dalam pemilu, mereka menggunakan terorisme untuk memaksakan agenda mereka yang terbelakang dan otoriter,” kata presiden populis tersebut.

Brasil

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!