PM Hongaria Viktor Orban: Perang Telah Menjadi Agenda NATO

Minggu, 07 Juli 2024 - 06:30 WIB
Mengakhiri pembicaraan, Orban mengakui bahwa posisi Moskow dan Kyiv masih sangat “berjauhan”. “Kami telah mengambil langkah paling penting—menjalin kontak,” katanya, sembari berjanji untuk melanjutkan upaya tersebut.

Awal minggu ini PM Hongaria tersebut tiba di Kyiv, di mana dia duduk bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Orban menganjurkan gencatan senjata dan negosiasi segera selama kunjungan tersebut.

Pada hari yang sama dengan perjalanannya ke Moskow, sebuah opini yang ditulis oleh Orban diterbitkan di Newsweek yang membahas kecenderungan terbaru yang melibatkan NATO, di mana Hongaria telah menjadi anggotanya sejak tahun 1999.

Di dalamnya, dia menekankan partisipasi aktif Budapest dalam berbagai operasi dan inisiatif NATO selama bertahun-tahun, serta kepatuhannya terhadap target belanja pertahanan sebesar 2% dari blok tersebut.

Orban mencatat bahwa NATO yang diikuti negaranya 25 tahun lalu adalah “proyek perdamaian” dan “aliansi militer untuk pertahanan”.

“[Namun], saat ini, agendanya bukannya perdamaian, melainkan perang; alih-alih bertahan, itu malah menyerang,” keluh Orban.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!