Ilmuwan Rusia Temukan Banyak Rahasia setelah Memeriksa Rudal ATACMS Buatan AS

Sabtu, 06 Juli 2024 - 18:15 WIB
Ahli tersebut mengklarifikasi bahwa submunisi tersebut tidak dapat dipindahkan karena dapat meledak kapan saja, meskipun tidak langsung meledak setelah dijatuhkan.

“Jadi warga sipil harus sangat berhati-hati karena dicat hijau dan sangat sulit dilihat di rumput. Tekanan fisik apa pun terhadapnya bisa berakibat buruk,” tegasnya.

Pecahan ATACMS dapat tersebar dalam radius 20 meter, namun beberapa pecahan bahkan dapat menembus pintu besi dari jarak 50 meter. Jadi amunisi memiliki medan fragmentasi yang lebih kecil dan kemungkinan terkena lebih rendah, namun sifat mematikan dari fragmen tersebut merupakan ancaman yang sangat besar.

“Setiap amunisi jatuh dalam jarak lima meter satu sama lain, menyebabkan kehancuran total sekaligus. Saat hujan turun, hampir mustahil untuk bersembunyi darinya,” pakar tersebut menyoroti.

Para ahli Rusia juga menemukan bahwa hulu ledak tersebut pada awalnya dikembangkan untuk rudal anti-kapal, namun kemudian dipasang pada rudal ATACMS. Mereka menemukan bahwa ia memiliki tiga giroskop laser cincin dan antena GPS yang mengoreksi lintasan balistiknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!