Profil Mohammed Naame Nasser, Komandan Senior Hizbullah yang Tewas Dirudal Israel

Jum'at, 05 Juli 2024 - 16:45 WIB
"Dia terluka lebih dari sekali selama operasi ini, dan pangkatnya naik secara bertahap,” ungkap Hizbullah.

Di antara prestasinya, Hizbullah menyebutkan partisipasinya dalam "respons heroik terhadap agresi Israel terhadap Lebanon pada Juli 2006," dan "perang melawan organisasi teroris di Irak dan Suriah dari 2011 hingga 2016", di mana dia terluka lagi pada 2015.

Dia diangkat menjadi kepala unit Aziz pada 2016 "setelah komandan Hassan Mohammed al-Hajj menjadi martir".

Hizbullah mengatakan, “Nasser merencanakan, mengarahkan, dan mengawasi banyak operasi militer terhadap lokasi, instalasi, pangkalan, dan titik penempatan musuh Israel di Palestina utara yang diduduki, selama operasi Badai Al-Aqsa," nama yang diberikan untuk serangan 7 Oktober oleh Hamas terhadap Israel yang menandai dimulainya perang Gaza.

Hizbullah menambahkan, Nasser diakui peran pentingnya pada beberapa kesempatan oleh Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di Telegram, Jihad Islam Palestina memberi penghormatan kepada Nasser dan mengatakan, "Brigade al-Quds bangga dengan peran penting dan berpengaruh yang dimainkan oleh sang martir ... dalam mendukung perlawanan Palestina."

Sejak 8 Oktober, Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam baku tembak lintas perbatasan setiap hari. Hizbullah mengatakan keterlibatannya dalam pertempuran itu adalah untuk mendukung sekutu Palestina-nya di Gaza, Hamas.

Baca juga: Biden Ingin Lebih Banyak Tidur dan Lebih Sedikit Kerja
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!