Karier Politik Masoud Pezeshkian, Calon Presiden Iran yang Dikenal Sebagai Reformis
Selasa, 02 Juli 2024 - 15:15 WIB
Setelah cukup lama menduduki posisi wakil, pria kelahiran 29 September 1954, itu lantas diangkat menjadi Menteri Kesehatan di tahun 2001. Kedudukannya sebagai menteri ini bertahan hingga 2005.
Setelah itu, ia telah terpilih menjadi anggota parlemen Iran sebanyak lima kali, mewakili Tabriz, dan menjabat sebagai Wakil Ketua Pertama parlemen dari tahun 2016 hingga 2020.
Pria asal Mahabad, Azerbaijan Barat, ini adalah pendukung IRGC. Ia adalah sosok yang mengecam pernyataan IRGC sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat pada tahun 2019.
Baca Juga: Siapa Haredim? Kelompok Yahudi Ultra-ortodoks yang Menolak Menjadi Tentara Israel
Terlepas dari karier politiknya, Masoud adalah seorang ahli jantung yang terlatih. Dirinya juga sempat mengepalai Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz, salah satu institusi medis terkemuka di Iran utara.
Masoud sempat mencalonkan diri sebagai Presiden Iran sebanyak dua kali, yakni di tahun 2013 dan 2021. Sayangnya dua pencalonannya itu harus berujung dengan kegagalan.
Setelah itu, ia telah terpilih menjadi anggota parlemen Iran sebanyak lima kali, mewakili Tabriz, dan menjabat sebagai Wakil Ketua Pertama parlemen dari tahun 2016 hingga 2020.
Pria asal Mahabad, Azerbaijan Barat, ini adalah pendukung IRGC. Ia adalah sosok yang mengecam pernyataan IRGC sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat pada tahun 2019.
Baca Juga: Siapa Haredim? Kelompok Yahudi Ultra-ortodoks yang Menolak Menjadi Tentara Israel
Terlepas dari karier politiknya, Masoud adalah seorang ahli jantung yang terlatih. Dirinya juga sempat mengepalai Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz, salah satu institusi medis terkemuka di Iran utara.
Masoud sempat mencalonkan diri sebagai Presiden Iran sebanyak dua kali, yakni di tahun 2013 dan 2021. Sayangnya dua pencalonannya itu harus berujung dengan kegagalan.
Lihat Juga :