Israel-Hizbullah di Ambang Perang Habis-habisan, Arab Saudi Desak Warganya Tinggalkan Lebanon

Minggu, 30 Juni 2024 - 06:45 WIB
"Tidak akan ada tempat yang aman dari rudal dan drone kami," ujarnya.

Menurut Nasrallah, konfrontasi yang terjadi saat ini adalah pertempuran terbesar sejak tahun 1948—tahun di mana Israel mendeklarasikan pendiriannya sebagai negara. “Dan akan mengubah wajah kawasan dan membentuk masa depannya,” kata Nasrallah.

Sebaliknya, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa negaranya tidak menginginkan perang di Lebanon, namun dapat mengirimnya kembali ke “Zaman Batu” jika diplomasi gagal.

“Kami tidak menginginkan perang, namun kami bersiap menghadapi setiap skenario,” kata Gallant.

“Hizbullah memahami betul bahwa kami dapat menimbulkan kerusakan besar di Lebanon jika perang dilancarkan,” katanya lagi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!