Iran Pertimbangan Bikin Bom Nuklir, Bisa Picu Perang dengan Israel

Jum'at, 28 Juni 2024 - 09:28 WIB
Menurut laporan tersebut, uranium yang diperkaya hingga 60% dapat diubah menjadi bahan bakar setingkat bom dalam hitungan hari atau minggu.

Mengutip para pejabat militer, laporan itu mengatakan fasilitas Fordow terkubur begitu dalam di bawah tanah, sehingga diperlukan serangan yang berulang-ulang dan tepat oleh penghancur bunker terbesar di Amerika Serikat untuk mencapai kedalaman tersebut.

Mengutip wawancara dengan belasan pejabat Amerika, Eropa, Iran dan Israel, dan dengan para pakar dari luar, The New York Times menilai bahwa Iran kini telah memperkuat perannya sebagai negara nuklir, berjalan sampai ke garis pembuatan senjata tanpa melangkahinya.

“Para pejabat Amerika terpecah mengenai pertanyaan apakah Iran bersiap mengambil langkah terakhir itu,” lanjut laporan itu.

Meskipun para pejabat AS mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa tidak ada bukti adanya upaya Iran untuk mempersenjatai uranium, Israel berpendapat bahwa upaya tersebut memang sedang dilakukan, dengan kedok penelitian universitas.

The New York Times mengaitkan “ekspansi nuklir” Iran baru-baru ini dengan serangan rudal dan pesawat tanpa awak yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada bulan April, dan mengatakan beberapa pemimpin Iran percaya bahwa serangan tersebut, yang hampir seluruhnya digagalkan oleh Israel dan sekutu pimpinan AS, menggarisbawahi “perlunya sebuah pencegah yang jauh lebih kuat".

“Meskipun masih memerlukan waktu lebih dari satu tahun untuk benar-benar memproduksi senjata tersebut,” imbuh laporan The New York Times.

"Pertanyaannya adalah apakah agen mata-mata Amerika atau Israel akan mendeteksi tindakan tersebut dan mampu menghentikannya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!