Selepas Lengser, PM Belanda Rutte Incar Jabatan Sekjen NATO

Rabu, 19 Juni 2024 - 14:43 WIB
Dukungan Rutte terhadap Ukraina ditegaskan oleh kritiknya terhadap Rusia dan Presiden Vladimir Putin, karena Belanda menganggap Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat penumpang MH17 di wilayah timur Ukraina pada Juli 2014 – yang menewaskan 298 penumpang dan awak pesawat, 196 di antaranya berasal dari Ukraina. Belanda.

Beberapa jam sebelum laporan NOS diterbitkan, Hongaria dan Slovakia telah memberikan dukungan mereka terhadap pencalonan Rutte, sehingga berhasil mengatasi rintangan penting dalam perjalanannya menuju jabatan tertinggi di NATO.

NATO mengambil keputusan berdasarkan konsensus, sehingga setiap kandidat memerlukan dukungan dari 32 negara sekutu. Hanya Rumania, yang Presidennya Klaus Iohannis juga bersaing untuk mendapatkan jabatan tersebut, yang secara resmi masih menentang pencalonan Rutte.

Dukungan Hongaria ini menyusul pertemuan Orban dengan Stoltenberg pekan lalu, di mana kedua belah pihak sepakat bahwa Hongaria tidak akan menghalangi keputusan NATO dalam memberikan dukungan kepada Ukraina namun sepakat bahwa Hongaria tidak akan terlibat.

“PM Mark Rutte menegaskan bahwa dia mendukung penuh kesepakatan ini dan akan terus melakukannya, jika dia menjadi Sekretaris Jenderal NATO berikutnya,” tulis Orban di platform media sosial X.

"Sehubungan dengan janjinya, Hongaria siap mendukung pencalonan PM Rutte sebagai Sekretaris Jenderal NATO."

Baca Juga: 5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga

Orban sebelumnya menentang pencalonan Rutte karena dia menyatakan pendapat "bermasalah" termasuk gagasan bahwa Hongaria harus meninggalkan Uni Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!