Krisis Politik Semakin Dalam, Rezim Belarusia Pidanakan Oposisi

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 01:08 WIB
Setelah aksi unjuk rasa besar-besaran selama berhari-hari yang menarik puluhan ribu demonstran, aksi protes berkurang pada hari Kamis tetapi tidak dihentikan.

Pada Rabu lalu, Lukashenko mengumumkan bahwa dia telah memerintahkan polisi untuk membersihkan jalan-jalan Ibu Kota meskipun tidak ada tindakan yang diambil terhadap ratusan demonstran yang menggelar unjuk rasa di depan markas polisi pada hari itu. Sampai jam makan siang pada hari Kamis masih belum ada tanda-tanda operasi keamanan.

Dalam pesan video, salah satu pemimpin oposisi, Maria Kolesnikova, meminta anggota pasukan keamanan untuk menolak mematuhi "perintah ilegal", dan menjanjikan kekebalan dari tuntutan jika mereka berpihak pada rakyat.

Di luar Teater Nasional Janka Kupala, yang telah menjadi fokus demonstrasi sejak direkturnya dipecat karena mendukung aksi protes dan seluruh rombongan aktor mengundurkan diri, sekelompok penyanyi folk bergabung dengan kerumunan kecil dalam nyanyian.

“Sekarang, tidak ada yang bisa tinggal diam, duduk di rumah, mengamati kekacauan dan menyaksikan bagaimana orang-orang kami dibunuh,” kata musisi Sergei Dolgushayev.

Demonstrasi yang lebih besar diperkirakan akan terjadi lagi selama akhir pekan.

Tsikhanouskaya, seorang politikus pemula berusia 37 tahun, muncul menjadi kandidat oposisi sebagai konsensus setelah tokoh-tokoh terkenal dilarang maju, termasuk suaminya yang seorang aktivis dan telah dipenjara sejak Mei lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!