5 Alasan Negara Uni Eropa Mendukung Palestina

Senin, 10 Juni 2024 - 23:23 WIB
“Ada tindakan praktis yang dapat Anda ambil sebagai sebuah negara untuk membantu menjaga harapan dan tujuan solusi dua negara tetap hidup pada saat negara lain mencoba untuk melupakannya,” Perdana Menteri Irlandia Simon Harris.

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengatakan bahwa “selama lebih dari 30 tahun, Norwegia telah menjadi salah satu pendukung terkuat negara Palestina. Hari ini, ketika Norwegia secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara, merupakan sebuah tonggak sejarah dalam hubungan antara Norwegia dan Palestina.”

4. Memperkuat Legitimasi Palestina



Foto/AP

Meskipun banyak negara telah mengakui negara Palestina, namun belum ada satu pun negara besar di Barat yang mengakui hal tersebut, dan tidak jelas seberapa besar dampak yang akan ditimbulkan dari tindakan ketiga negara tersebut.

Meski begitu, pengakuan mereka akan menandai pencapaian yang signifikan bagi Palestina, yang percaya bahwa hal ini memberikan legitimasi internasional atas perjuangan mereka.

Kemungkinan besar hanya sedikit perubahan yang akan terjadi dalam jangka pendek. Perundingan perdamaian terhenti, dan pemerintah garis keras Israel semakin menentang pendirian negara Palestina.

5. Berani Melawan Israel

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz mengecam Spanyol atas X, dengan mengatakan bahwa pemerintah Sánchez “terlibat dalam menghasut genosida terhadap orang Yahudi dan kejahatan perang.”

Israel, yang menolak segala upaya untuk melegitimasi Palestina secara internasional, menarik duta besarnya untuk Irlandia, Norwegia dan Spanyol setelah mereka mengumumkan keputusan tersebut pekan lalu.

Langkah-langkah seperti yang dilakukan ketiga negara Eropa akan memperkeras posisi Palestina dan melemahkan proses perundingan, kata Israel, sambil bersikeras bahwa perdamaian harus dicapai.

Semua masalah harus diselesaikan melalui negosiasi.

Israel sering menanggapi keputusan negara-negara asing yang dianggap bertentangan dengan kepentingannya dengan memanggil duta besar negara-negara tersebut dan juga menghukum warga Palestina melalui tindakan seperti membekukan transfer pajak ke Otoritas Palestina yang kekurangan uang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!