5 Alasan Drone Hizbullah Jadi Momok Maut bagi Tentara Israel, dari Tiru Strategi Rusia dan Tak Terdeteksi Radar

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:02 WIB
Kampanye drone dan rudal juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar, memaksa lebih dari 60.000 penduduk keluar dari lahan pertanian dan rumah yang terletak dalam jarak 5 km dari perbatasan.

Baca Juga: Deretan Pejuang Palestina yang Menyiapkan Serangan Besar sebagai Balasan atas Pembantaian di Kota Tenda Rafah

3. Sulit Dideteksi Radar Israel meski Berkecepatan 300 Km per Jam



Foto/AP

Tiga dari enam warga Israel yang terbunuh di wilayah tersebut pada bulan lalu tewas akibat serangan drone, kemungkinan besar adalah Ababil T2 buatan Iran yang membawa hulu ledak seberat 40 kg dan memiliki jangkauan 120 km.

Meskipun kecepatan drone ini mencapai 300 kilometer per jam, kecepatan ini tergolong lambat jika dibandingkan dengan rudal dan jet, sehingga sulit dideteksi oleh radar, terutama di lembah curam Israel bagian utara.

“Hizbullah terus memeriksa sistem deteksi Israel dengan meluncurkan UAV [kendaraan udara tak berawak] di berbagai rute dan profil penerbangan untuk mengungkap kesenjangan dan kelemahan,” kata laporan Alma, sebuah organisasi intelijen open source yang dijalankan oleh Letkol Zehavi.

Hizbullah telah “mendeteksi celah dalam sistem pertahanan Israel” dan setelah menempatkan banyak UAV di kebun zaitun dan desa-desa di Lebanon selatan, mereka mampu meluncurkannya tanpa terdeteksi, kata laporan itu.

Berbeda dengan serangan drone Iran yang gagal pada bulan April, senjata-senjata ini lebih dekat ke Israel dengan waktu penerbangan yang lebih singkat dan dioperasikan oleh operator yang terampil.

4. Hizbullah Menggunakan Teknik Navigasi seperti Rusia dalam Perang Ukraina



Foto/AP

Blokade GPS yang meluas yang digunakan militer Israel untuk mengacaukan drone dan senjata presisi lainnya terbukti tidak efektif karena Hizbullah menggunakan teknik navigasi yang diambil dari Iran, yang dipelajari dari pengalaman Rusia di Ukraina.

“Hizbullah mungkin menggunakan teknik 'melewati penghalang jalan' di wilayah ini, yang berhasil digunakan Rusia selama perang dengan Ukraina,” kata laporan Alma.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!