Tanda sebagai Keturunan Nabi Muhammad, Peti Mati Jenazah Presiden Ebrahim Raisi Dibalut dengan Sorban Hitam

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:26 WIB
Raisi, 63 tahun, telah dibahas sebagai calon penerus pemimpin tertinggi Iran, Khamenei yang berusia 85 tahun. Satu-satunya orang yang diusulkan adalah putra Khamenei yang berusia 55 tahun, Mojtaba. Namun, ada kekhawatiran yang muncul mengenai posisi yang akan diberikan kepada anggota keluarga, terutama setelah revolusi menggulingkan monarki turun-temurun Pahlavi milik Shah.

Baca Juga: Daftar Pemimpin Dunia yang Belasungkawa atas Meninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi

Helikopter Hilang di Balik Awan Tebal



Foto/AP

Sementara itu, seorang pejabat Iran memberikan penjelasan baru mengenai kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu, yang semakin memperkuat teori bahwa cuaca buruk adalah penyebab kecelakaan tersebut. Gholamhossein Esmaili, yang melakukan perjalanan dengan salah satu dari dua helikopter lain bersama rombongan Raisi, mengatakan kepada TV pemerintah bahwa cuaca baik-baik saja ketika helikopter lepas landas.

Namun helikopter Raisi menghilang di balik awan tebal dan helikopter lainnya tidak dapat menjangkau pesawat melalui radio, sehingga memaksa mereka mendarat di tambang tembaga terdekat.

Baik Amirabdollahian maupun pengawal di kapal tidak menanggapi panggilan tersebut, namun pemimpin salat Jumat Tabriz Mohammad Ali Ale-Hashem entah bagaimana menjawab dua panggilan telepon seluler, kata Esmaili. Tidak jelas mengapa Iran tidak dapat melacak sinyal telepon tersebut.

“Saat kami menemukan lokasi kecelakaan, kondisi jenazah menunjukkan Ayatollah Raisi dan sahabat lainnya tewas seketika namun Ale-Hashem… (meninggal) setelah beberapa jam,” ujarnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!