Pakar: Krisis Israel Bisa Sebabkan Kudeta Militer dan Pembentukan Negara Palestina

Senin, 20 Mei 2024 - 08:44 WIB
Meskipun Gantz menetapkan batas waktu rencana ini pada 8 Juni, Netanyahu menyatakan bahwa menyetujui tuntutan tersebut akan mengakibatkan kekalahan bagi Israel.

Mengomentari perkembangan ini, pakar hubungan internasional yang berbasis di Tel Aviv, Dr Simon Tsipis menjelaskan bahwa rencana Gantz, jika diadopsi, pada akhirnya akan menghasilkan pembentukan negara Palestina—sesuatu yang ditentang keras oleh faksi Zionis yang saat ini mengendalikan pemerintah Israel.

Netanyahu kemudian mendapati dirinya dalam kesulitan karena memberikan konsesi kepada Gantz dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, yang sebelumnya mendesak Netanyahu untuk menyatakan bahwa Israel tidak memiliki niat untuk membangun kendali militer atas Gaza, akan menyebabkan pemimpin Zionis seperti Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir menarik diri dari koalisi pemerintah, dan sebaliknya.

“Ini jelas merupakan krisis terbesar dalam sejarah Israel,” kata Dr Tsipis, dengan alasan bahwa pemerintah Israel kini berada di ambang kehancuran.

Dia juga menyoroti aspek lain dari masalah ini: Gantz dan Gallant adalah mantan jenderal Israel.

“Mungkin ada risiko kudeta militer, karena jika Gantz dan Gallant—mereka adalah mantan jenderal dan mantan kepala staf umum— memutuskan untuk merebut kekuasaan dan memanggil mantan rekan mereka, maka tindakan ini berarti kudeta militer di Israel, penggulingan Benjamin Netanyahu dengan meyakinkan dia untuk melepaskan kekuasaannya,” ujar Dr Tsipis berspekulasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!