1.700 Staf, Alumni dan Akademisi Universitas Cambridge Dukung Kamp Bela Gaza

Jum'at, 10 Mei 2024 - 21:15 WIB
Surat terbuka tersebut, yang ditulis sekelompok akademisi Cambridge dan diterbitkan pada hari Kamis, mengungkapkan, “Solidaritas dengan mahasiswa Cambridge saat mereka meluncurkan perkemahan untuk memprotes hubungan universitas tersebut dengan perang genosida Israel di Gaza.”

Surat tersebut mengatakan, “Para mahasiswa yang melakukan protes bergabung dengan tradisi perjuangan emansipatoris yang mengagumkan yang mencakup protes mahasiswa sebelumnya terhadap apartheid Afrika Selatan dan perang di Vietnam.”

Para akademisi juga menyatakan, “Dukungannya terhadap hak siswa kami untuk bebas berekspresi dan melakukan protes dan memuji keberanian mereka dalam membawa perdebatan mendesak di luar lingkungan kelas untuk melakukan intervensi dalam momen bencana di mana kita menyaksikan terkikisnya prinsip-prinsip hak asasi manusia dan demokrasi."

Surat itu muncul setelah Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memanggil wakil rektor dari 17 universitas ke pertemuan meja bundar antisemitisme di Downing Street dan mendesak mereka mengambil tanggung jawab pribadi dalam melindungi mahasiswa Yahudi.

Satu kelompok mahasiswa bernama Cambridge Jewish for Palestine membentuk kontingen terkemuka di perkemahan yang sedang berlangsung di Cambridge.

Pada Senin, MEE merekam video tur perkemahan yang dipimpin seorang mahasiswa Yahudi, yang menjelaskan, "Di kepala saya, saya memakai Kippah, karena saya yakin saat ini saya sedang melakukan tindakan keagamaan.”

“Merupakan kewajiban agama saya untuk menentang genosida yang dilakukan atas nama saya, sebagai seorang Yahudi,” tegas dia.

Cambridge mengirimkan surat kepada mahasiswa dan stafnya pada hari Rabu yang menegaskan institusi tersebut "berkomitmen penuh terhadap kebebasan akademik dan kebebasan berbicara sesuai hukum dan kami mengakui hak untuk melakukan protes. Kami meminta semua orang di komunitas kami untuk memperlakukan satu sama lain dengan pengertian dan empati. Prioritas kami adalah keselamatan semua staf dan siswa.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!