Serangan Israel ke Rafah Dapat Restu Amerika Serikat
Rabu, 08 Mei 2024 - 07:28 WIB
Beberapa jam sebelum IDF memulai serangannya terhadap Rafah, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan kepada wartawan bahwa Washington “tidak mendukung Israel melancarkan operasi militer skala penuh di Rafah.”
Baca juga: Diserang Israel, Pasien dan Petugas Medis Tinggalkan Rumah Sakit Utama Rafah
Dengan sekitar 1,4 juta pengungsi Palestina yang berlindung di sana, Miller mengatakan, “Operasi militer di Rafah saat ini akan secara dramatis meningkatkan penderitaan rakyat Palestina.”
Namun di balik layar, para pejabat Amerika memberikan pesan berbeda kepada Israel. “Pemerintah Amerika telah memberikan lampu hijau kepada (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk operasi terbatas dan jangka pendek, yang mungkin memakan waktu beberapa hari, untuk mencapai citra kemenangan yang dapat dia pasarkan kepada para menteri sayap kanan,” ujar seorang sumber Barat yang tidak disebutkan namanya di Kairo mengatakan kepada Al Araby.
Ketika operasi selesai, sumber itu mengklaim, Netanyahu akan menyetujui perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Qatar dan Mesir yang disetujui Hamas pada Senin pagi.
Upaya-upaya sebelumnya untuk merundingkan gencatan senjata telah terhambat oleh desakan Hamas agar gencatan senjata bersifat permanen dan mencakup penarikan penuh Israel dari Gaza, dan penolakan Netanyahu menerima persyaratan tersebut.
Baca juga: Diserang Israel, Pasien dan Petugas Medis Tinggalkan Rumah Sakit Utama Rafah
Dengan sekitar 1,4 juta pengungsi Palestina yang berlindung di sana, Miller mengatakan, “Operasi militer di Rafah saat ini akan secara dramatis meningkatkan penderitaan rakyat Palestina.”
Namun di balik layar, para pejabat Amerika memberikan pesan berbeda kepada Israel. “Pemerintah Amerika telah memberikan lampu hijau kepada (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk operasi terbatas dan jangka pendek, yang mungkin memakan waktu beberapa hari, untuk mencapai citra kemenangan yang dapat dia pasarkan kepada para menteri sayap kanan,” ujar seorang sumber Barat yang tidak disebutkan namanya di Kairo mengatakan kepada Al Araby.
Ketika operasi selesai, sumber itu mengklaim, Netanyahu akan menyetujui perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Qatar dan Mesir yang disetujui Hamas pada Senin pagi.
Upaya-upaya sebelumnya untuk merundingkan gencatan senjata telah terhambat oleh desakan Hamas agar gencatan senjata bersifat permanen dan mencakup penarikan penuh Israel dari Gaza, dan penolakan Netanyahu menerima persyaratan tersebut.
Lihat Juga :