Rusia Marah dan Ancam Serang Fasilitas Militer Inggris, Ini Penyebabnya
Selasa, 07 Mei 2024 - 09:04 WIB
Disebutkan oleh kementerian itu bahwa pernyataan Cameron menjadikan Inggris sebagai pihak de facto dalam konflik di Ukraina.
Pernyataan Cameron muncul setelah serangan Ukraina terhadap sistem rudal balistik jarak pendek Iskander yang ditempatkan di semenanjung Crimea yang dikuasai Rusia.
“Casey diperingatkan bahwa sebagai respons terhadap serangan Ukraina di wilayah Rusia dengan senjata Inggris, setiap fasilitas dan peralatan militer Inggris di wilayah Ukraina dan luar negeri dapat menjadi target," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Guardian, Selasa (7/5/2024).
“Duta Besar [Nigel Casey] diminta untuk merenungkan konsekuensi bencana yang tak terelakkan dari langkah-langkah permusuhan yang dilakukan London dan segera membantah pernyataan-pernyataan provokatif yang bersifat agresif dari kepala Kementerian Luar Negeri dengan cara yang paling tegas dan tidak ambigu," lanjut kementerian tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa latihan senjata nuklir taktis diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin, dimaksudkan untuk menjamin integritas wilayah dan kedaulatan negara Rusia tanpa syarat.
Latihan tersebut juga akan melibatkan pasukan dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia.
Putin secara berkala memperingatkan bahwa negaranya siap perang nuklir dan secara teratur memerintahkan latihan nuklir strategis, yang biasanya menggunakan rudal balistik antarbenua.
Pernyataan Cameron muncul setelah serangan Ukraina terhadap sistem rudal balistik jarak pendek Iskander yang ditempatkan di semenanjung Crimea yang dikuasai Rusia.
“Casey diperingatkan bahwa sebagai respons terhadap serangan Ukraina di wilayah Rusia dengan senjata Inggris, setiap fasilitas dan peralatan militer Inggris di wilayah Ukraina dan luar negeri dapat menjadi target," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Guardian, Selasa (7/5/2024).
“Duta Besar [Nigel Casey] diminta untuk merenungkan konsekuensi bencana yang tak terelakkan dari langkah-langkah permusuhan yang dilakukan London dan segera membantah pernyataan-pernyataan provokatif yang bersifat agresif dari kepala Kementerian Luar Negeri dengan cara yang paling tegas dan tidak ambigu," lanjut kementerian tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa latihan senjata nuklir taktis diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin, dimaksudkan untuk menjamin integritas wilayah dan kedaulatan negara Rusia tanpa syarat.
Latihan tersebut juga akan melibatkan pasukan dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia.
Putin secara berkala memperingatkan bahwa negaranya siap perang nuklir dan secara teratur memerintahkan latihan nuklir strategis, yang biasanya menggunakan rudal balistik antarbenua.
Lihat Juga :