Gereja Rusia: Zelensky Tak Bisa Memobilisasi Tuhan Jadi Tentara Ukraina

Senin, 06 Mei 2024 - 10:50 WIB
Kyiv diketahui telah meningkatkan tindakan keras terhadap gereja Kristen terbesarnya, Gereja Ortodoks Ukraina (UOC), dan menuduh pendetanya sebagai “agen Moskow".

UOC melepaskan hubungan historisnya dengan Moskow setelah Rusia melancarkan operasi militernya ke Ukraina pada bulan Februari 2022.

Namun demikian, pihak berwenang Ukraina sejak itu telah melancarkan kasus pidana terhadap lebih dari 60 pendeta dan menyita sejumlah biara dan aset lainnya demi kepentingan Orthodox Church of Ukraine (OCU) yang didukung pemerintah Zelensky—otoritas pengganti UOC.

Tahun lalu, pemerintah Ukraina memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan membuka jalan bagi pelarangan UOC. Namun undang-undang tersebut terhenti.

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill, telah berulang kali mengutuk kampanye melawan UOC, dan mengecamnya sebagai pelanggaran hak beragama.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!