Giliran Iran Dilaporkan Beri Taliban Hadiah Bunuh Tentara AS
Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:56 WIB
Tetapi meskipun mengakui bahwa hubungan itu menimbulkan ancaman signifikan bagi kepentingan AS, pejabat Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada akhirnya merekomendasikan pemerintah tidak boleh mengambil langkah-langkah khusus untuk menangani hubungan yang mendasari Iran-Jaringan Haqqani pada akhir Maret. Para pejabat menyimpulkan bahwa tanggapan apa pun kemungkinan besar berdampak negatif pada upaya perdamaian, menurut memo internal yang diperoleh CNN.
Sementara pemerintahan Trump tidak mengambil tindakan khusus setelah menyelesaikan tinjauan internal tentang hubungan antara Iran dan Jaringan Haqqani awal tahun ini, beberapa pejabat berpendapat bahwa Presiden Trump telah mengambil sikap yang tegas terhadap Teheran karena berurusan dengan Taliban.
Seorang pejabat pemerintah saat ini dan mantan pejabat senior yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada CNN bahwa hubungan Iran dengan Taliban dikutip oleh pejabat AS sebagai bagian dari argumen untuk melakukan serangan yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani pada bulan Januari.
Ketika ditanya apakah pejabat tinggi pertahanan diberi pengarahan intelijen terkait dengan keterlibatan Iran dalam serangan tertentu Taliban, juru bicara Pentagon, Rob Lodewick mengatakan: "Departemen Pertahanan tidak mengungkapkan jadwal atau diskusi seputar musyawarah internal dan brifing intelijen."
Meski begitu ia mengakui upaya Teheran untuk merusak proses perdamaian.
Sementara pemerintahan Trump tidak mengambil tindakan khusus setelah menyelesaikan tinjauan internal tentang hubungan antara Iran dan Jaringan Haqqani awal tahun ini, beberapa pejabat berpendapat bahwa Presiden Trump telah mengambil sikap yang tegas terhadap Teheran karena berurusan dengan Taliban.
Seorang pejabat pemerintah saat ini dan mantan pejabat senior yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada CNN bahwa hubungan Iran dengan Taliban dikutip oleh pejabat AS sebagai bagian dari argumen untuk melakukan serangan yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani pada bulan Januari.
Ketika ditanya apakah pejabat tinggi pertahanan diberi pengarahan intelijen terkait dengan keterlibatan Iran dalam serangan tertentu Taliban, juru bicara Pentagon, Rob Lodewick mengatakan: "Departemen Pertahanan tidak mengungkapkan jadwal atau diskusi seputar musyawarah internal dan brifing intelijen."
Meski begitu ia mengakui upaya Teheran untuk merusak proses perdamaian.
Lihat Juga :