Meski Tertinggal, Inggris Ikut-ikutan Terlibat Perlombaan Rudal Hipersonik
Senin, 29 April 2024 - 11:03 WIB
Rudal hipersonik yang dikembangkan Amerika Serikat. Inggris ikut-ikutan terlibat perlombaan rudal hipersonik meski sudah tertinggal dari Rusia dan China. Foto/ Mike Tsukamoto/USAF
LONDON - Inggris menyatakan akan mengembangkan dan meluncurkan rudal jelajah hipersonik pertamanya pada tahun 2030.
Keputusan ini mengonfirmasi langkah London untuk ikut serta dalam perlombaan rudal hipersonik meski telah tertinggal dari negara-negara rival.
Proyek tersebut dilaporkan masih dalam tahap awal, dan bahkan jika London menepati jadwalnya, senjata tersebut akan dikerahkan lebih dari satu dekade setelah rudal hipersonik pertama Rusia mulai beroperasi.
Mengutip The Telegraph, Senin (29/4/2024), Kementerian Pertahanan Inggris bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah rudal yang mampu mencapai kecepatan Mach 5—seluruhnya dibangun di dalam negeri, dan ingin agar rudal tersebut dapat digunakan sebelum akhir dekade ini.
Baca Juga: Iran Disebut Gunakan Rudal Hipersonik Tak Terhentikan saat Serang Israel
Laporan surat kabar tersebut mengutip sumber anonim yang mengetahui rencana proyek misil Inggris.
Keputusan ini mengonfirmasi langkah London untuk ikut serta dalam perlombaan rudal hipersonik meski telah tertinggal dari negara-negara rival.
Proyek tersebut dilaporkan masih dalam tahap awal, dan bahkan jika London menepati jadwalnya, senjata tersebut akan dikerahkan lebih dari satu dekade setelah rudal hipersonik pertama Rusia mulai beroperasi.
Mengutip The Telegraph, Senin (29/4/2024), Kementerian Pertahanan Inggris bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah rudal yang mampu mencapai kecepatan Mach 5—seluruhnya dibangun di dalam negeri, dan ingin agar rudal tersebut dapat digunakan sebelum akhir dekade ini.
Baca Juga: Iran Disebut Gunakan Rudal Hipersonik Tak Terhentikan saat Serang Israel
Laporan surat kabar tersebut mengutip sumber anonim yang mengetahui rencana proyek misil Inggris.
Lihat Juga :