4 Alasan Junta Myanmar Minta Bantuan Rusia setelah Pemberontak Tingkatkan Serangan
Sabtu, 27 April 2024 - 13:01 WIB
Mengingat serangan pesawat tak berawak baru-baru dilancarkan pasukan pemberontak di ibu kota Naypyidaw, yang dibangun khusus dan dianggap tidak dapat ditembus.
Meski tak terdapat kerusakan besar, hal tersebut kemungkinan besar akan menimbulkan pukulan psikologis yang parah, yang menunjukkan pemberontak dapat menyerang bahkan di ibu kota.
Militer juga mengalami peningkatan kerugian di wilayah Myanmar Barat akibat perlawanan kuat Tentara Arakan. Hal ini membuat kendali militer di wilayah tersebut semakin berkurang.
Ditambah lagi, terdapat banyak pihak militer yang membelot dan menyerahkan diri ke pemberontak.
Mereka melihat pemberontak semakin berani menyerang tentara dalam pertempuran yang lebih besar di lokasi yang lebih kritis dan bahkan berupaya menyerang akademi dinas militer.
Bahkan belum lama ini Junta Myanmar telah menjatuhkan hukuman mati kepada tiga perwira tinggi yang menyerah kepada pejuang etnis minoritas. Hal ini tentunya membuat posisi militer semakin melemah.
Menurut Washington Post, para pemberontak mengatakan junta hanya mempunyai jatah makanan yang terbatas untuk memberi makan anggotanya, selain para petinggi, dan pasukan militer penting.
Meski tak terdapat kerusakan besar, hal tersebut kemungkinan besar akan menimbulkan pukulan psikologis yang parah, yang menunjukkan pemberontak dapat menyerang bahkan di ibu kota.
2. Militer Mengalami Banyak Kerugian
Militer juga mengalami peningkatan kerugian di wilayah Myanmar Barat akibat perlawanan kuat Tentara Arakan. Hal ini membuat kendali militer di wilayah tersebut semakin berkurang.
Ditambah lagi, terdapat banyak pihak militer yang membelot dan menyerahkan diri ke pemberontak.
Mereka melihat pemberontak semakin berani menyerang tentara dalam pertempuran yang lebih besar di lokasi yang lebih kritis dan bahkan berupaya menyerang akademi dinas militer.
Bahkan belum lama ini Junta Myanmar telah menjatuhkan hukuman mati kepada tiga perwira tinggi yang menyerah kepada pejuang etnis minoritas. Hal ini tentunya membuat posisi militer semakin melemah.
3. Persediaan Makanan Terbatas
Menurut Washington Post, para pemberontak mengatakan junta hanya mempunyai jatah makanan yang terbatas untuk memberi makan anggotanya, selain para petinggi, dan pasukan militer penting.
Lihat Juga :