AS Kerahkan Rudal Typhon di Filipina, China Marah dan Umbar Ancaman

Jum'at, 26 April 2024 - 10:45 WIB
Sekadar diketahui, sistem rudal berbasis darat Mid-Range Capability (MRC) Angkatan Darat AS tiba di Filipina baru-baru ini. Kedatangan senjata itu menyusul serangkaian konfrontasi berbahaya Beijing-Manila di Laut China Selatan, di mana kapal-kapal Filipina menjadi sasaran meriam air kapal China, sehingga melukai beberapa pelaut Filipina.

Ini adalah pengerahan sistem rudal MRC, yang juga dikenal sebagai sistem Typhon, ke kawasan Indo-Pasifik untuk pertama kalinya, dan ini terjadi di tengah serangkaian latihan militer AS-Filipina, termasuk edisi terbesar yang pernah ada dalam latihan tahunan Balikatan.

Para analis mengatakan Angkatan Darat Amerika belum mengatakan berapa lama sistem Typhon akan tetap berada di Filipina. Namun, keterlibatannya dalam serangkaian latihan gabungan antara dua sekutu perjanjian, yang pertama dimulai pada tanggal 8 April, mengirimkan sinyal bahwa Amerika dapat menempatkan persenjataan ofensif berada dalam jarak yang sangat dekat dengan instalasi China di Laut China Selatan, daratan China selatan, dan di sepanjang Selat Taiwan.

Sistem Typhon mampu menembakkan Standard Missile 6 (SM-6), sebuah amunisi pertahanan rudal balistik yang juga dapat menargetkan kapal di laut pada jarak 370 kilometer (230 mil), menurut Missile Defense Project di Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Ketika diminta untuk mengomentari langkah Amerika tersebut, Wu menyatakan bahwa Beijing dengan tegas menentang penyebaran senjata semacam itu oleh AS di Asia-Pasifik.

"Tindakan Washington seperti itu sangat mengancam keamanan negara-negara kawasan dan merusak perdamaian dan stabilitas kawasan. Tiongkok akan mengambil tindakan balasan yang tegas," kata Wu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!