5 Fakta Mengejutkan Hubungan Iran - Israel, Pernah Bersahabat di Masa Lalu
Rabu, 24 April 2024 - 18:57 WIB
Era Dinasti Pahlavi di Iran sendiri terjadi di sekitar tahun 1953 hingga 1979. Pada masa ini juga Teheran adalah salah satu dari 11 anggota yang membentuk Komite Khusus Palestina (UNSCOP) yang bertugas menyelidiki penyebab konflik Mandat Palestina.
Israel memiliki delegasi tetap di Teheran yang berfungsi sebagai kedutaan de facto, sebelum pertukaran Duta Besar pada akhir tahun 1970an.
Padahal terdapat sekitar 30.000 warga Iran di Teheran berkumpul untuk memprotes pendirian Israel. Melihat kondisi ini, Ayotallah Abol-Ghasem Kashani mengkritik keputusan pemerintahnya untuk mengakui Israel.
Ayatollah Khomeini menyatakan Israel sebagai "musuh Islam" dan "Setan Kecil". Amerika Serikat disebut "Setan Besar" sedangkan Uni Soviet disebut "Setan Kecil".
Permusuhan ini lantas membuat kedua negara tersebut tak pernah akur selama beberapa dekade. Terlebih apabila Israel mengambil tindakan tegas pada Palestina, Iran akan jadi garda terdepan yang melancarkan dukungan pada palestina dan kritik terhadap Israel.
2. Iran Menjadi Negara Mayoritas Muslim yang Dukung Kemerdekaan Israel
Iran adalah negara mayoritas Muslim kedua yang mengakui Israel sebagai negara berdaulat setelah Turki. Setelah berdirinya Negara Israel pada Mei 1948, hubungan kedua negara ini menjadi semakin dekat.Israel memiliki delegasi tetap di Teheran yang berfungsi sebagai kedutaan de facto, sebelum pertukaran Duta Besar pada akhir tahun 1970an.
Padahal terdapat sekitar 30.000 warga Iran di Teheran berkumpul untuk memprotes pendirian Israel. Melihat kondisi ini, Ayotallah Abol-Ghasem Kashani mengkritik keputusan pemerintahnya untuk mengakui Israel.
3. Revolusi Iran Mengubah Hubungan Iran dengan Israel
Setelah Revolusi Iran dan jatuhnya dinasti Pahlavi pada tahun 1979, Iran mengambil sikap tajam anti-Israel. Iran memutuskan semua hubungan resmi dengan Israel. Kedutaan Besar Israel di Teheran ditutup dan diserahkan kepada PLO.Ayatollah Khomeini menyatakan Israel sebagai "musuh Islam" dan "Setan Kecil". Amerika Serikat disebut "Setan Besar" sedangkan Uni Soviet disebut "Setan Kecil".
Permusuhan ini lantas membuat kedua negara tersebut tak pernah akur selama beberapa dekade. Terlebih apabila Israel mengambil tindakan tegas pada Palestina, Iran akan jadi garda terdepan yang melancarkan dukungan pada palestina dan kritik terhadap Israel.
4. Israel dan AS Mengincar Nuklir Iran
Setelah Iran menemukan sumber utama pembuatan senjata nuklir di awal tahun 2000-an, Israel dan AS langsung bergerak memperkenalkan virus komputer Stuxnet untuk untuk menargetkan mesin sentrifugal yang memperkaya uranium untuk program nuklir Iran.Lihat Juga :