Dominasi Mafia China dalam Perdagangan Narkoba Internasional
Senin, 01 April 2024 - 17:22 WIB
Karena penegakan hukum AS yang liberal, tidak ada batasan bagi pihak luar untuk berinvestasi pada pertanian ganja di Oklahoma. Bersamaan dengan itu, ketersediaan lahan pertanian berbiaya rendah dan lingkungan yang mendukung di Oklahoma juga menarik orang untuk menginvestasikan uang ilegal dalam budidaya ganja. Pertanian rami (hemp) telah menjadi sektor penghasil uang tertinggi kedua di negara bagian ini setelah minyak dan gas.
Pada tahun 2012, budidaya ganja untuk penggunaan pribadi disetujui di Colorado. Colorado adalah negara bagian pertama di Amerika yang mendapat persetujuan, dan sejak itu undang-undang mengenai hemp mulai dibuat di Amerika.
Administrasi negara mengeluarkan izin budidaya ganja dan menerapkan kontrol terhadap jumlah produksi ganja. Namun, hal ini memberi ruang bagi pasar gelap ganja, dan Oklahoma dengan cepat menjadi pusat pasokan ganja ilegal.
Meski harga ilegal ganja selalu bervariasi dari satu tempat ke tempat lain, pejabat negara memperkirakan nilai ilegalnya berkisar antara USD18 miliar hingga USD44 miliar. Penyelidik mengungkapkan bahwa mafia asing memiliki hubungan dengan lebih dari 3.000 produsen ilegal di Amerika, di mana lebih dari 80 persen gangsternya berasal dari China.
Dalam dekade terakhir, mafia China telah menjadi pemain dominan dalam perdagangan obat-obatan terlarang, khususnya kartel Amerika Latin yang berurusan dengan zat-zat seperti fentanil.
Keterlibatan mereka dalam pasar ganja telah mendorong aliran pendapatan yang sangat besar, mirip dengan sistem perbankan bawah tanah global yang luas. Mantan pejabat senior DEA Donald dengan tepat menggambarkannya sebagai “mesin cuci” bagi dana terlarang.
”Mesin Cuci” Dana Terlarang
Pada tahun 2012, budidaya ganja untuk penggunaan pribadi disetujui di Colorado. Colorado adalah negara bagian pertama di Amerika yang mendapat persetujuan, dan sejak itu undang-undang mengenai hemp mulai dibuat di Amerika.
Administrasi negara mengeluarkan izin budidaya ganja dan menerapkan kontrol terhadap jumlah produksi ganja. Namun, hal ini memberi ruang bagi pasar gelap ganja, dan Oklahoma dengan cepat menjadi pusat pasokan ganja ilegal.
Meski harga ilegal ganja selalu bervariasi dari satu tempat ke tempat lain, pejabat negara memperkirakan nilai ilegalnya berkisar antara USD18 miliar hingga USD44 miliar. Penyelidik mengungkapkan bahwa mafia asing memiliki hubungan dengan lebih dari 3.000 produsen ilegal di Amerika, di mana lebih dari 80 persen gangsternya berasal dari China.
Dalam dekade terakhir, mafia China telah menjadi pemain dominan dalam perdagangan obat-obatan terlarang, khususnya kartel Amerika Latin yang berurusan dengan zat-zat seperti fentanil.
Keterlibatan mereka dalam pasar ganja telah mendorong aliran pendapatan yang sangat besar, mirip dengan sistem perbankan bawah tanah global yang luas. Mantan pejabat senior DEA Donald dengan tepat menggambarkannya sebagai “mesin cuci” bagi dana terlarang.
(mas)