Curigai Ukraina, Rusia: Sulit Dipercaya ISIS Lancarkan Serangan ke Moskow

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:28 WIB
ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas pembantaian tersebut dan para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka memiliki informasi intelijen yang menunjukkan bahwa pembantaian tersebut dilakukan oleh cabang jaringan tersebut di Afghanistan, yang dikenal sebagai Islamic State Khorasan atau ISIS-K.

Ukraina berulang kali membantah pihaknya ada hubungannya dengan serangan itu.

Namun Zakharova mengatakan negara-negara Barat segera melemparkan tanggung jawab pada ISIS sebagai cara untuk mengalihkan kesalahan dari Ukraina dan pemerintah Barat yang mendukung Kyiv.

“Untuk menghilangkan kecurigaan dari kolektif Barat, mereka sangat perlu menemukan sesuatu, jadi mereka menggunakan ISIS, mengeluarkan kartu as, dan hanya beberapa jam setelah serangan teroris, media Anglo-Saxon mulai menyebarkan versi-versi ini,” katanya, yang dilansir Reuters.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan itu dilakukan oleh kelompok Islam radikal, namun menyatakan bahwa serangan tersebut menguntungkan Ukraina dan Kyiv mungkin berperan dalam serangan tersebut.

Dia mengatakan bahwa seseorang di pihak Ukraina telah menyiapkan “jendela” bagi orang-orang bersenjata tersebut untuk melarikan diri melintasi perbatasan sebelum mereka ditangkap di Rusia barat pada Jumat malam.

Namun pada hari Selasa, pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan orang-orang bersenjata itu awalnya berusaha menyeberang ke negaranya sebelum berbalik dan menuju Ukraina setelah mereka menyadari bahwa penyeberangan ke Belarusia telah ditutup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!