Keluarga Penumpang MH370: 10 Tahun Kekecewaan, Frustrasi, dan Kemarahan

Kamis, 07 Maret 2024 - 07:43 WIB
Kini sebuah film dokumenter baru; "Why Planes Vanish: The Hunt For MH370", mengkaji teori bahwa kapten Zaharie (53)—yang bekerja untuk maskapai tersebut selama sekitar 30 tahun—berada di balik rencana pembunuhan massal-bunuh diri terkait tragedi lenyapnya pesawat tersebut.

Diperkirakan dia mungkin terbang selama tujuh jam setelah memutuskan kontak dengan pihak berwenang.

Para pakar yakin Zaharie sengaja menurunkan tekanan kabin untuk “menetralisir” penumpang dan awak, yang mungkin sudah meninggal setelah 20 menit.

Sementara itu, profesor psikologi Kapten Paul Cullen, dari Trinity College Dublin, mengungkapkan bahwa sejumlah pilot mungkin menderita penyakit mental.

"Dda orang yang terbang padahal seharusnya tidak terbang," katanya.

Dia menambahkan bahwa survei terhadap lebih dari 1.000 pilot komersial menemukan: “17 persen memenuhi ambang batas depresi sedang dan 35 persen memenuhi ambang batas kelelahan."

“Tidak satu pun dari mereka yang boleh berada di kokpit pesawat,” ujarnya.

Pada pukul 01.19, saat pesawat MH370 mendekati wilayah udara Vietnam, kontak radio terakhir Zaharie yang terdengar adalah: “Goodnight Malaysia from 370.”

Butuh waktu 17 menit sebelum pengawas lalu lintas udara di Vietnam menyadari bahwa pesawat itu hilang dari layar mereka, dan lebih dari satu jam sebelum pejabat maskapai penerbangan diberitahu.

“Tidak ada sinyal bahaya, tidak ada keadaan darurat,” kata Fuad Sharuji, mantan direktur krisis di Malaysia Airlines.

“Kami mencoba menelepon penerbangan tersebut dengan berbagai cara, termasuk sistem komunikasi satelit kru, dan tidak ada satupun yang berhasil," ujarnya.

Empat jam setelah kontak terakhir, pada pukul 05.30 pagi, misi pencarian dan penyelamatan di Laut China Selatan diluncurkan, namun tidak ada yang ditemukan.

Para ilmuwan di perusahaan teknologi London Inmarsat kemudian menemukan sebuah satelit menerima sinyal setiap jam dari MH370 tujuh jam setelah kontak hilang.

Data lebih lanjut dari radar militer mengungkapkan pesawat tersebut memutar balik tak lama setelah memutus kontak, kemudian terbang kembali melintasi Kuala Lumpur dan berbalik menuju Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!