Mengenal Krimea, Wilayah Hasil Aneksasi Rusia yang Jadi Target Serangan Ukraina

Senin, 04 Maret 2024 - 18:18 WIB
Sekitar abad ke-13, Krimea diduduki oleh Tatar, komunitas Muslim berbahasa Turki yang merupakan bagian dari Golden Horde. Dulunya, wilayah ini juga pernah menjadi negara bawahan Kesultanan Utsmaniyah pada abad ke-15.

Baca Juga: Mengapa Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Perusahaan China dan India Terkait Bisnis dengan Rusia?

Pada 1783, Krimea ditaklukkan oleh Kekaisaran Rusia. Beberapa waktu berselang, wilayah tersebut menjadi medan konflik antara Rusia dengan musuh-musuhnya.

Pasca Revolusi Rusia 1917, Krimea menjadi tempat terjadinya pertempuran brutal antara kekuatan Tsar Bolshevik. Setelah kemenangan Bolshevik, wilayahnya dijadikan bagian dari Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFSR).

Memasuki 1944, diktator Uni Soviet Joseph Stalin mendeportasi penduduk Tatar Krimea ke Asia Tengah dan sejumlah wilayah lain. Hal ini dikarenakan dugaan keberadaan mereka sebagai kolaborator Nazi.

Pada 1954, Uni Soviet memindahkan Krimea dari RSFSR ke Republik Sosialis Soviet Ukraina. Pasca keruntuhan Soviet, wilayahnya pun secara resmi menjadi bagian dari negara Ukraina yang merdeka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!