Profil Algojo Arab Saudi Saad al-Beshi: Sehari Penggal 7 Orang, Penonton Pingsan
Senin, 04 Maret 2024 - 09:18 WIB
Muhammad Saad al-Beshi, algojo Kerajaan Arab Saudi yang memenggal para terpidana mati. Foto/via Mail Online
RIYADH - Muhammad Saad al-Beshi adalah algojo terkemuka di Kerajaan Arab Saudi. Sosoknya menarik perhatian setelah kerajaan mengeksekusi tujuh pria dalam sehari pada Selasa pekan lalu atas tuduhan makar dan mendanai teroris.
Sebagai algojo terkemuka, al-Beshi berwajah sangar dan jarang tersenyum. Namun, siapa sangka bahwa dia pernah gugup ketika pertama kali bekerja memenggal leher para terpidana mati.
Pada 2003, al-Beshi, pernah memenggal tujuh orang dalam sehari.
“Tidak masalah bagi saya: Dua, empat, 10- Selama saya melakukan kehendak Tuhan, tidak masalah berapa banyak orang yang saya eksekusi,” katanya kepada surat kabar Okaz dalam sebuah wawancara.
Baca Juga: Algojo Arab Saudi Ungkap Cara Penggal Terpidana: Gunakan Pedang Khusus, Tanpa Belas Kasihan
Dia mulai bekerja di sebuah penjara di Taif, di mana tugasnya adalah memborgol dan menutup mata para tahanan sebelum dieksekusi.
“Karena latar belakang ini, saya mengembangkan keinginan untuk menjadi algojo,” katanya.
Dia melamar pekerjaan itu dan diterima.
Pekerjaan pertamanya datang pada tahun 1998 di Jeddah. “Penjahat diikat dan ditutup matanya. Dengan satu pukulan pedang saya memenggal kepalanya. Benda itu berguling beberapa meter jauhnya.”
Tentu saja dia gugup, katanya, karena banyak orang yang menonton, tapi sekarang demam panggung sudah tidak ada lagi.
Dia bilang dirinya tenang di tempat kerja karena dia melakukan pekerjaan Tuhan.
“Tapi banyak juga yang pingsan saat menyaksikan eksekusi. Saya tidak tahu mengapa mereka datang dan menonton jika mereka tidak berminat.
"Saya? Saya tidur nyenyak,” ucapnya.
Apakah dia pikir orang-orang takut padanya?
Sebagai algojo terkemuka, al-Beshi berwajah sangar dan jarang tersenyum. Namun, siapa sangka bahwa dia pernah gugup ketika pertama kali bekerja memenggal leher para terpidana mati.
Pada 2003, al-Beshi, pernah memenggal tujuh orang dalam sehari.
“Tidak masalah bagi saya: Dua, empat, 10- Selama saya melakukan kehendak Tuhan, tidak masalah berapa banyak orang yang saya eksekusi,” katanya kepada surat kabar Okaz dalam sebuah wawancara.
Baca Juga: Algojo Arab Saudi Ungkap Cara Penggal Terpidana: Gunakan Pedang Khusus, Tanpa Belas Kasihan
Dia mulai bekerja di sebuah penjara di Taif, di mana tugasnya adalah memborgol dan menutup mata para tahanan sebelum dieksekusi.
“Karena latar belakang ini, saya mengembangkan keinginan untuk menjadi algojo,” katanya.
Dia melamar pekerjaan itu dan diterima.
Pekerjaan pertamanya datang pada tahun 1998 di Jeddah. “Penjahat diikat dan ditutup matanya. Dengan satu pukulan pedang saya memenggal kepalanya. Benda itu berguling beberapa meter jauhnya.”
Tentu saja dia gugup, katanya, karena banyak orang yang menonton, tapi sekarang demam panggung sudah tidak ada lagi.
Dia bilang dirinya tenang di tempat kerja karena dia melakukan pekerjaan Tuhan.
“Tapi banyak juga yang pingsan saat menyaksikan eksekusi. Saya tidak tahu mengapa mereka datang dan menonton jika mereka tidak berminat.
"Saya? Saya tidur nyenyak,” ucapnya.
Apakah dia pikir orang-orang takut padanya?
Lihat Juga :