Mengapa Negara-negara Muslim Menolak Pengungsi Palestina?
Minggu, 03 Maret 2024 - 18:12 WIB
Setelah pertempuran terhenti pada perang tahun 1948, Israel menolak mengizinkan pengungsi kembali ke rumah mereka. Sejak itu, Israel menolak tuntutan Palestina agar para pengungsi dikembalikan sebagai bagian dari perjanjian damai, dengan alasan bahwa hal itu akan mengancam mayoritas warga Yahudi di negara tersebut.
Setelah ledakan menewaskan ratusan orang di rumah sakit Gaza, Hamas dan Israel saling menyalahkan ketika kemarahan menyebar di wilayah tersebut
Mesir khawatir sejarah akan terulang kembali dan sejumlah besar pengungsi Palestina dari Gaza akan menetap selamanya di Gaza.
Baca Juga: 7 Fakta Pembantaian yang Dilakukan Tentara Zionis kepada Warga Gaza yang Mengantre Makanan
Foto/Reuters
Hal ini sebagian disebabkan karena tidak adanya skenario yang jelas mengenai bagaimana perang ini akan berakhir.
Melansir AP, Israel mengatakan mereka bermaksud menghancurkan Hamas karena aksi berdarah mereka yang mengamuk di kota-kota di selatan. Namun tidak ada indikasi mengenai apa yang mungkin terjadi setelahnya dan siapa yang akan memerintah Gaza. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka akan menduduki kembali wilayah tersebut untuk jangka waktu tertentu, sehingga memicu konflik lebih lanjut.
Militer Israel mengatakan warga Palestina yang mengikuti perintahnya untuk melarikan diri dari Gaza utara ke bagian selatan Jalur Gaza akan diizinkan kembali ke rumah mereka setelah perang berakhir.
Mesir tidak merasa tenang.
El-Sissi mengatakan pertempuran bisa berlangsung bertahun-tahun jika Israel berpendapat bahwa mereka belum cukup menumpas militan. Dia mengusulkan agar Israel menampung warga Palestina di Gurun Negev, yang bertetangga dengan Jalur Gaza, sampai negara tersebut mengakhiri operasi militernya.
“Ketidakjelasan Israel mengenai niatnya di Gaza dan evakuasi penduduk merupakan suatu permasalahan,” kata Riccardo Fabiani, Direktur Proyek Afrika Utara Crisis Group International. “Kebingungan ini memicu ketakutan di lingkungan sekitar.”
Setelah ledakan menewaskan ratusan orang di rumah sakit Gaza, Hamas dan Israel saling menyalahkan ketika kemarahan menyebar di wilayah tersebut
Mesir khawatir sejarah akan terulang kembali dan sejumlah besar pengungsi Palestina dari Gaza akan menetap selamanya di Gaza.
Baca Juga: 7 Fakta Pembantaian yang Dilakukan Tentara Zionis kepada Warga Gaza yang Mengantre Makanan
2. Tidak Jaminan Pengungsi Palestina Akan Kembali ke Negaranya
Foto/Reuters
Hal ini sebagian disebabkan karena tidak adanya skenario yang jelas mengenai bagaimana perang ini akan berakhir.
Melansir AP, Israel mengatakan mereka bermaksud menghancurkan Hamas karena aksi berdarah mereka yang mengamuk di kota-kota di selatan. Namun tidak ada indikasi mengenai apa yang mungkin terjadi setelahnya dan siapa yang akan memerintah Gaza. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka akan menduduki kembali wilayah tersebut untuk jangka waktu tertentu, sehingga memicu konflik lebih lanjut.
Militer Israel mengatakan warga Palestina yang mengikuti perintahnya untuk melarikan diri dari Gaza utara ke bagian selatan Jalur Gaza akan diizinkan kembali ke rumah mereka setelah perang berakhir.
Mesir tidak merasa tenang.
El-Sissi mengatakan pertempuran bisa berlangsung bertahun-tahun jika Israel berpendapat bahwa mereka belum cukup menumpas militan. Dia mengusulkan agar Israel menampung warga Palestina di Gurun Negev, yang bertetangga dengan Jalur Gaza, sampai negara tersebut mengakhiri operasi militernya.
“Ketidakjelasan Israel mengenai niatnya di Gaza dan evakuasi penduduk merupakan suatu permasalahan,” kata Riccardo Fabiani, Direktur Proyek Afrika Utara Crisis Group International. “Kebingungan ini memicu ketakutan di lingkungan sekitar.”
Lihat Juga :