Mengapa Lebanon Tak Bantu Hizbullah Melawan Israel?

Rabu, 28 Februari 2024 - 14:10 WIB
Menurut Daniel L. Byman, ini adalah "gerakan politik tunggal yang paling kuat di Lebanon."

Lebanon saat ini tidak memiliki presiden. Pos tersebut kosong setelah Michel Aoun meninggalkan kursi kepresidenan pada tahun 2022.

Sejak itu, Perdana Menteri Najib Mikati mengatakan dia tidak akan mengambil alih kekuasaan kepresidenan, karena kekuasaan tersebut akan didelegasikan kepada dewan menteri secara keseluruhan, sesuai dengan konstitusi Lebanon, yang tidak mengizinkan adanya presiden sementara.

Najib Mikati, orang terkaya Lebanon, kembali memimpin pemerintahan pada September 2021, setelah menjabat perdana menteri sebanyak dua kali sebelumnya.

Penunjukannya mengakhiri kelumpuhan politik selama berbulan-bulan, ketika negara tersebut berjuang melawan keruntuhan ekonomi dan hampir dua tahun protes yang menuntut reformasi politik secara menyeluruh.

Alasan Lebanon Tak Bantu Hizbullah Melawan Israel

1. Alasan Politik



Lebanon adalah negara dengan pemerintahan yang diakui dunia internasional, sedangkan Hizbullah hanya bagian dari faksi politik dan bersenjata di negara itu.

Artinya, tindakan Hizbullah tidak mewakili pemerintah Lebanon meski memiliki pengaruh yang kuat di negara tersebut.

Dengan demikian, setiap tindakan kelompok tersebut dalam permusuhannya dengan Israel adalah keputusan independen. Namun, Zionis Israel menganggap Lebanon secara keseluruhan akan menanggung konsekuensi dari tindakan permusuhan Hizbullah.

2. Alasan Keamanan

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!