Ketika Hillary Clinton Diteriaki Penjahat Perang saat Berpidato

Senin, 12 Februari 2024 - 09:42 WIB
Mantan calon presiden itu kemudian memulai pidatonya, namun kembali disela dan diteriaki oleh pengunjuk rasa kedua.

“Anda pernah melakukan ini sebelumnya...Anda mengeksploitasi kekerasan seksual di Libya sehingga Anda bisa membenarkan militerisasi AS,” seru pengunjuk rasa.

“Jika Anda marah terhadap kekerasan seksual, Anda tentu berbicara tentang kekerasan seksual di Palestina dan kekerasan seksual yang mereka alami setiap hari.”

“Orang-orang bebas untuk melakukan protes,” jawab Clinton."Tetapi mereka tidak bebas untuk mengganggu acara atau kelas dan itu akan menjadi standar yang kami ikuti di sini dan ke depan.”

Clinton menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS dari tahun 2009 hingga 2013 di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama.

Sebagai diplomat utama AS, dia melobi Obama untuk meningkatkan lebih banyak pengerahan pasukan ke Afghanistan, mempersenjatai jihadis anti-pemerintah di Suriah, dan menganjurkan intervensi NATO di Libya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!