Antisipasi Perang dengan Rusia, NATO Minta Negara-negara Eropa Tingkatkan Produksi Senjata
Minggu, 11 Februari 2024 - 15:15 WIB
Baca Juga: Siapa Kwasi Kwarteng? Politikus Kulit Hitam yang Mengguncang Perpolitikan Inggris
Para pemimpin Barat juga menyerukan bantuan yang lebih besar. Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Joe Biden pada hari Jumat mendesak anggota parlemen AS untuk menyetujui paket bantuan militer untuk Ukraina, yang telah lama tertunda, dan memperingatkan bahwa Kiev tidak dapat menunda invasi Rusia tanpa bantuan tersebut.
“Kegagalan Kongres Amerika Serikat dalam tidak mendukung Ukraina hampir merupakan pengabaian kriminal,” kata Biden saat ia menjamu Scholz di Ruang Oval pada hari Jumat.
Stoltenberg berkata: “Tidak ada ancaman militer terhadap sekutu mana pun. Pada saat yang sama, kami sering mendengar ancaman dari Kremlin terhadap negara-negara NATO.”
Invasi Rusia ke Ukraina selama hampir dua tahun telah menunjukkan bahwa “perdamaian di Eropa tidak bisa dianggap remeh,” kata Sekjen NATO, sambil menekankan pentingnya melindungi negara-negara yang tergabung dalam aliansi tersebut.
Para pemimpin Barat juga menyerukan bantuan yang lebih besar. Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Joe Biden pada hari Jumat mendesak anggota parlemen AS untuk menyetujui paket bantuan militer untuk Ukraina, yang telah lama tertunda, dan memperingatkan bahwa Kiev tidak dapat menunda invasi Rusia tanpa bantuan tersebut.
“Kegagalan Kongres Amerika Serikat dalam tidak mendukung Ukraina hampir merupakan pengabaian kriminal,” kata Biden saat ia menjamu Scholz di Ruang Oval pada hari Jumat.
Stoltenberg berkata: “Tidak ada ancaman militer terhadap sekutu mana pun. Pada saat yang sama, kami sering mendengar ancaman dari Kremlin terhadap negara-negara NATO.”
Invasi Rusia ke Ukraina selama hampir dua tahun telah menunjukkan bahwa “perdamaian di Eropa tidak bisa dianggap remeh,” kata Sekjen NATO, sambil menekankan pentingnya melindungi negara-negara yang tergabung dalam aliansi tersebut.
Lihat Juga :