AS Akui Israel Membunuh Terlalu Banyak Warga Sipil Gaza

Jum'at, 09 Februari 2024 - 09:28 WIB
“Mayoritas penduduk Gaza tidak ada hubungannya dengan serangan tersebut,” lanjut diplomat Amerika tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (9/2/2024).

“Keluarga-keluarga di Gaza yang kelangsungan hidupnya bergantung pada pengiriman bantuan dari Israel sama seperti keluarga kami. Mereka adalah ibu dan ayah, putra dan putri, yang ingin mendapatkan penghidupan yang layak, menyekolahkan anak, dan memiliki kehidupan normal. Dan kita tidak bisa, kita tidak boleh melupakan hal itu," papar Blinken.

Blinken bersikeras bahwa AS terus menekan Israel untuk memperkuat perlindungan warga sipil. "Jumlah korban harian akibat operasi militer Israel terhadap warga sipil yang tidak bersalah masih terlalu tinggi," ujarnya.

Israel menanggapi serangan Hamas pada 7 Oktober dengan menyatakan perang terhadap kelompok perlawanan Palestina tersebut dan memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza.

Dalam empat bulan pertempuran, pasukan Israel telah menewaskan hampir 28.000 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Menurut angka terbaru dari badan PBB untuk pengungsi Palestina, lebih dari seperempat penduduk Gaza menghadapi kondisi kelaparan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!