TikTok Terancam Ditinggal Pengguna, Ini Penyebanya

Rabu, 07 Februari 2024 - 08:00 WIB
Tak hanya itu, TikTok sekarang juga mendorong pengguna untuk mengunggah konten foto, langkah yang menyimpang dari cirikhasnya demi bersaing dengan platform lain.

“Dengan kata lain, tampaknya TikTok benar-benar kehilangan pandangan tentang apa yang membuat orang jatuh cinta dengan aplikasi ini pada awalnya: video pendek dalam format yang mendorong orang untuk menjadi kreatif dan aneh,” tulis Gizmodo dalam laporannya.

Kemarahan pun bermunculan di antara sekelompok pengguna dengan mengunggah video yang mengeklaim TikTok sudah hancur sekarang. Menurut para analis, langkah perusahaan tersebut telah membahayakan kesuksesannya.

"TikTok tetap menjadi bisnis iklan sosial yang paling cepat tumbuh, tetapi pertumbuhan pendapatan iklannya melambat," kata Jasmine Enberg, analis media sosial di Insider Intelligence.

"Ada batasan untuk monetisasi iklan video pendek dan peralihan ke video lebih lama dapat membantu meningkatkan pendapatan iklannya. Tetapi TikTok memimpin revolusi video pendek, dan ada risiko menyimpang dari penggunaan intinya yang menyenangkan, klip hiburan dan kehilangan keunggulannya."

Lebih lanjut, laporan Gizmodo mengkritisi TikTok yang tidak belajar dari kesalahan yang dilakukan Instagram.

Alih-alih fokus pada pengalaman berbagi gambar yang membuat aplikasi terkenal, Instagram membuat pergeseran penuh ke video melalui fitur Reels-nya pada 2022, dan memodifikasi algoritmanya untuk menunjukkan lebih banyak konten dari akun yang tidak diikuti pengguna.

Menurut CEO Instagram Adam Mosseri, data menunjukkan bahwa video adalah yang ingin dilihat pengguna. Tetapi Instagram mendorong Reels begitu keras dan begitu cepat sehingga memicu kampanye protes internasional yang dipimpin oleh Kim Kardashian, yang menyerukan agar aplikasi itu “Make Instagram Instagram Again.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!