Bocorkan Rahasia AS ke WikiLeaks, Staf CIA Dipenjara 40 Tahun

Jum'at, 02 Februari 2024 - 11:36 WIB
Vault 7 mengungkap metode yang digunakan CIA untuk meretas ponsel cerdas dan perangkat lainnya.

Laporan mengejutkan tersebut mengungkap bagaimana AS memata-matai pemerintah asing, tersangka terorisme, dan target lainnya, sehingga menimbulkan rasa malu yang besar bagi badan intelijen Washington.

Hal itu juga dilaporkan memicu rencana rahasia CIA untuk menculik atau membunuh pendiri WikiLeaks Julian Assange.

Sebelum penangkapannya pada tahun 2018, Schulte telah membantu menciptakan alat peretasan yang kemudian dia ungkapkan ke WikiLeaks.

Taktik CIA mencakup upaya untuk mengubah apa yang disebut smart TV—televisi dengan konektivitas online—menjadi perangkat pendengar.

Jaksa mengeklaim dia berada di balik “pengungkapan informasi rahasia yang paling merusak dalam sejarah Amerika.”

Schulte berpendapat selama persidangannya pada bulan Juli 2022 bahwa CIA dan FBI menjadikannya kambing hitam atas kebocoran data yang memalukan yang dapat dicuri oleh ratusan orang lainnya.

Dia pun mengaku tak punya motif melakukan pembocoran tersebut. Pada sidang pembacaan hukuman pada hari Kamis, dia mengeluhkan kondisi yang mengerikan di sel penjaranya di New York, yang dia sebut sebagai “kandang penyiksaan", dan dia mengatakan bahwa jaksa penuntut sedang melakukan “balas dendam” setelah sebelumnya menawarinya tawaran pembelaan yang menyerukan hukuman penjara 10 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!