Mesir Perkuat Tembok dan Pagar Perbatasan Gaza

Rabu, 31 Januari 2024 - 11:13 WIB
Afrika Selatan mengajukan gugatan ke ICJ pada tanggal 29 Desember, menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Genosida oleh Israel selama lebih dari tiga bulan menyebabkan lebih dari 100.000 orang tewas atau terluka di Gaza.

Tindakan Israel juga mengakibatkan kelaparan massal dan sesuai dengan pernyataan badan pengungsi PBB untuk Palestina, UNRWA, ‘kelaparan yang akan terjadi’.

Segera setelah dimulainya perang, Israel menyerang penyeberangan Rafah, dan bahkan ‘secara keliru’ menembaki sasaran militer Mesir.

Baca juga: Inggris akan Pertimbangkan Mengakui Negara Palestina

Hal ini mengakibatkan ditutupnya perbatasan Rafah, yang mengakibatkan puluhan ribu warga Palestina yang terluka tidak dapat menerima perawatan medis yang layak di rumah sakit yang hancur di Gaza.

Meskipun Israel terus menuduh Mesir sebagai sumber utama senjata Perlawanan Gaza, New York Times melaporkan pada tanggal 29 Januari bahwa sumber utama senjata Perlawanan Palestina sebenarnya adalah Israel.

“Hamas telah mampu membuat banyak roket dan persenjataan anti-tank dari ribuan amunisi yang gagal meledak ketika Israel melemparkannya ke Gaza,” papar laporan itu.

“Yang jelas sekarang adalah senjata yang digunakan pasukan Israel untuk menegakkan blokade Gaza selama 17 tahun terakhir kini digunakan untuk melawan mereka,” ungkap laporan itu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!