Misa Malam Natal Paus Fransiskus saat Israel Invasi Gaza: Hati Kami Ada di Bethlehem

Senin, 25 Desember 2023 - 08:23 WIB
Bethlehem, kota alkitabiah di Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Israel—di mana umat Kristen percaya bahwa Yesus Kristus dilahirkan lebih dari 2.000 tahun yang lalu, secara efektif membatalkan perayaan Natal tahunan yang biasanya menarik ribuan wisatawan.

Kota ini tidak lagi menampilkan pohon Natal raksasa, marching band, dan tempat kelahiran Yesus yang flamboyan tahun ini, dan hanya memilih beberapa lampu yang meriah.

Di pusat kota, sebuah bendera besar Palestina dikibarkan dengan spanduk bertuliskan, “Lonceng Bethlehem berbunyi untuk gencatan senjata di Gaza.”

“Banyak orang yang mati demi tanah ini,” kata Nicole Najjar, seorang siswa berusia 18 tahun. “Sangat sulit untuk merayakannya ketika rakyat kami sedang sekarat.”

Paus Fransiskus berbicara beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk berperang lebih jauh ke wilayah kantong Palestina di Gaza setelah pasukannya mengalami salah satu hari kekalahan terburuk dalam perang darat mereka.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan serangan Israel pada Minggu malam menewaskan sedikitnya 70 orang di kamp pengungsi Maghazi di Gaza tengah dan menghancurkan beberapa rumah.

Setidaknya 20.424 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas di wilayah kantong tersebut sejak perang dimulai, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Natal di Gaza

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!