Abaikan Krisis Kemanusiaan, AS Tidak Beri Israel Tenggat Waktu Akhiri Operasi di Jalur Gaza

Jum'at, 08 Desember 2023 - 16:56 WIB
Mengutip laporan Israel, Finer mengatakan AS percaya bahwa ada banyak target militer yang sah yang masih ada di Gaza selatan, termasuk "sebagian besar meski tidak banyak" kepemimpinan Hamas dan Washington tidak memiliki bukti apa pun yang bertentangan dengan penilaian tersebut.

Finer mengakui ada beberapa aspek dalam cara operasi militer Israel di Gaza utara yang dilakukan yang tidak menunjukkan “perhatian yang memadai” terhadap kehidupan warga sipil. Ia pun mengulangi seruan AS untuk memperbaiki aspek-aspek tersebut.

“Kami bekerja hari demi hari dan terlibat secara langsung setiap hari, termasuk hari ini, sejujurnya, antara Presiden (AS) dan Perdana Menteri (Israel) mengenai bagaimana konflik terjadi di seluruh wilayah Gaza, namun dengan fokus khusus di wilayah selatan,” ungkap Finer.

Finer merujuk pada percakapan telepon yang terjadi pada Kamis pagi waktu setempat antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Belum ada rincian mengenai pembicaraan tersebut, namun pernyataan akan dikeluarkan kemudian.

Israel telah melancarkan perang yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza, tanpa pandang bulu menewaskan lebih dari 17.000 orang sejak 7 Oktober, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.

Baca Juga: Jenderal Iran Ledek Zionis: Israel Tak Mampu Perang Jangka Panjang Melawan Hamas

Mereka juga telah melakukan pengepungan terhadap daerah kantong tersebut, membombardirnya dari udara dan melancarkan serangan darat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!