Kemampuan Matematika dan Membaca pada Remaja Menurun Drastis, Kenapa?
Rabu, 06 Desember 2023 - 02:21 WIB
"Meskipun lebih dari separuh dari 81 negara yang disurvei mengalami penurunan, Jerman, Islandia, Belanda, Norwegia, dan Polandia mengalami penurunan tajam dalam nilai matematika," kata OECD, dilansir Reuters.
Rata-rata di seluruh OECD, satu dari empat anak berusia 15 tahun dinilai memiliki kinerja rendah dalam matematika, membaca, dan sains, yang berarti mereka tidak dapat menggunakan algoritma dasar atau menafsirkan teks sederhana, demikian temuan studi tersebut.
Baca Juga: Teori Turning, Bukti Integrasi Ilmu Matematika dalam Pergerakan Ekor Sperma
“COVID mungkin memainkan peran tertentu, tetapi saya tidak akan melebih-lebihkannya,” kata direktur pendidikan OECD Andreas Schleicher pada konferensi pers.
“Ada faktor-faktor struktural yang mendasarinya dan kemungkinan besar akan menjadi ciri permanen sistem pendidikan kita yang harus ditanggapi dengan serius oleh para pembuat kebijakan.”
Rata-rata di seluruh OECD, satu dari empat anak berusia 15 tahun dinilai memiliki kinerja rendah dalam matematika, membaca, dan sains, yang berarti mereka tidak dapat menggunakan algoritma dasar atau menafsirkan teks sederhana, demikian temuan studi tersebut.
Baca Juga: Teori Turning, Bukti Integrasi Ilmu Matematika dalam Pergerakan Ekor Sperma
“COVID mungkin memainkan peran tertentu, tetapi saya tidak akan melebih-lebihkannya,” kata direktur pendidikan OECD Andreas Schleicher pada konferensi pers.
“Ada faktor-faktor struktural yang mendasarinya dan kemungkinan besar akan menjadi ciri permanen sistem pendidikan kita yang harus ditanggapi dengan serius oleh para pembuat kebijakan.”
Lihat Juga :