Deretan Petinggi Hamas yang Tinggal di Qatar
Kamis, 30 November 2023 - 04:35 WIB
Haniyeh ditunjuk sebagai perdana menteri Palestina pada tahun 2006 oleh Presiden Mahmoud Abbas setelah Hamas memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu nasional, namun diberhentikan setahun kemudian setelah kelompok tersebut menggulingkan partai Fatah pimpinan Abbas dari Jalur Gaza dalam seminggu kekerasan yang mematikan.
Haniyeh menolak pemecatannya karena dianggap "inkonstitusional", dan menekankan bahwa pemerintahannya "tidak akan mengabaikan tanggung jawab nasionalnya terhadap rakyat Palestina", dan terus memerintah di Gaza.
Dia terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada tahun 2017.
Pada tahun 2018, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Haniyeh sebagai teroris. Dia telah tinggal di Qatar selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Israel Galau! Pilih Lanjutkan Gencatan Senjata atau Berperang Melawan Hamas
Foto/Reuters
Khaled Meshaal, yang lahir di Tepi Barat pada tahun 1956, dianggap sebagai salah satu pendiri Hamas.
Haniyeh menolak pemecatannya karena dianggap "inkonstitusional", dan menekankan bahwa pemerintahannya "tidak akan mengabaikan tanggung jawab nasionalnya terhadap rakyat Palestina", dan terus memerintah di Gaza.
Dia terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada tahun 2017.
Pada tahun 2018, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Haniyeh sebagai teroris. Dia telah tinggal di Qatar selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Israel Galau! Pilih Lanjutkan Gencatan Senjata atau Berperang Melawan Hamas
2. Khaled Meshaal
Foto/Reuters
Khaled Meshaal, yang lahir di Tepi Barat pada tahun 1956, dianggap sebagai salah satu pendiri Hamas.
Lihat Juga :