Anak Palestina yang Bebas dari Penjara Israel Mengaku Dipukuli, Disiksa, dan Kelaparan
Senin, 27 November 2023 - 19:45 WIB
Kepala Otoritas Palestina untuk Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, Qaddoura Fares, menggambarkan apa yang terjadi di pusat-pusat penahanan Israel sejak 7 Oktober sebagai “kejahatan perang” yang dimulai dalam kerangka tindakan balas dendam.
“Serangan brutal yang berulang-ulang terhadap para tahanan menyebabkan kematian enam tahanan dan melukai ratusan lainnya termasuk luka dan patah tulang di sekujur tubuh mereka, dan korban luka tidak mendapatkan perawatan,” ungkap Fares.
Dia menekankan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, karena banyak narapidana yang belum pernah meninggal dalam jangka waktu 50 hari.
Pejabat itu menambahkan otoritas penjara Israel menyita harta benda para tahanan. “Mereka bahkan menyita teko… para tahanan saat ini menggigil kedinginan tanpa selimut, bantal atau pakaian musim dingin.
Hukuman kolektif dilakukan terhadap tahanan di penjara pendudukan, dan makanan yang cukup untuk dua orang disajikan untuk sepuluh orang,” papar dia.
Sebagian besar tahanan Palestina yang ditahan Israel dikatakan telah kehilangan banyak berat badan selama 50 hari terakhir.
Fares menunjukkan sel-sel sudah penuh sesak setelah Israel memberlakukan undang-undang yang mengizinkan orang ditempatkan di sel dengan kapasitas dua kali lipat.
Hal paling berbahaya yang terjadi di dalam pusat penahanan, menurut dia, adalah penggunaan “unit bersenjata dan pasukan khusus yang berkeliaran di blok sel dengan senjata api otomatis.”
Dia menjelaskan ini adalah upaya memicu tahanan Palestina ke dalam konfrontasi “untuk membenarkan penembakan mereka.”
“Serangan brutal yang berulang-ulang terhadap para tahanan menyebabkan kematian enam tahanan dan melukai ratusan lainnya termasuk luka dan patah tulang di sekujur tubuh mereka, dan korban luka tidak mendapatkan perawatan,” ungkap Fares.
Dia menekankan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, karena banyak narapidana yang belum pernah meninggal dalam jangka waktu 50 hari.
Pejabat itu menambahkan otoritas penjara Israel menyita harta benda para tahanan. “Mereka bahkan menyita teko… para tahanan saat ini menggigil kedinginan tanpa selimut, bantal atau pakaian musim dingin.
Hukuman kolektif dilakukan terhadap tahanan di penjara pendudukan, dan makanan yang cukup untuk dua orang disajikan untuk sepuluh orang,” papar dia.
Sebagian besar tahanan Palestina yang ditahan Israel dikatakan telah kehilangan banyak berat badan selama 50 hari terakhir.
Fares menunjukkan sel-sel sudah penuh sesak setelah Israel memberlakukan undang-undang yang mengizinkan orang ditempatkan di sel dengan kapasitas dua kali lipat.
Hal paling berbahaya yang terjadi di dalam pusat penahanan, menurut dia, adalah penggunaan “unit bersenjata dan pasukan khusus yang berkeliaran di blok sel dengan senjata api otomatis.”
Dia menjelaskan ini adalah upaya memicu tahanan Palestina ke dalam konfrontasi “untuk membenarkan penembakan mereka.”
(sya)
Lihat Juga :