Keukeuh Perpanjang Embargo Senjata Iran, AS Peringatkan Rusia-China

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 06:55 WIB
Hook, utusan AS, mengatakan Iran belum bekerja sama dengan badan nuklir PBB selama setahun.

"Tidak ada tingkat ketidakpatuhan yang dapat diterima yang akan kami terima karena takut mereka akan melakukan sesuatu yang lebih buruk," kata Hook.

"Itu menurut definisi pemerasan nuklir," ujarnya. "Kami hanya tidak mengikuti pedoman itu," tukasnya.

Hook mengatakan Iran telah mampu memindahkan banyak senjata "dalam kegelapan" ke proxy di Timur Tengah meskipun ada embargo senjata.

"Jadi bayangkan apa yang akan dapat mereka capai di siang hari bolong," cetusnya.

Para menteri luar negeri Rusia dan China dalam surat terpisah kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan bulan lalu sangat kritis terhadap upaya AS, dan memberikan setiap indikasi bahwa mereka akan memveto resolusi tersebut jika mendapat minimal sembilan suara "ya" di dewan beranggotakan 15 negara, yang tampaknya tidak mungkin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!