Palestina Rilis Data 7.028 Korban Tewas di Gaza, Israel Tak Percaya

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 06:39 WIB
Komentarnya muncul satu hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan klaim serupa.

Biden mengatakan bahwa dia tidak percaya pada angka yang digunakan warga Palestina untuk menghitung jumlah korban tewas di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Biden ditanya pada konferensi pers Gedung Putih apakah jumlah kematian, yang telah melampaui 7.000 dan mencakup lebih dari 2.700 anak-anak, berarti Israel mengabaikan seruan AS untuk mengurangi kematian warga sipil dalam pengeboman di daerah kantong pesisir Palestina tersebut.

“Apa yang mereka katakan kepada saya adalah saya tidak menyangka bahwa orang-orang Palestina mengatakan yang sebenarnya mengenai berapa banyak orang yang terbunuh. Saya yakin orang-orang tak berdosa telah terbunuh, dan itu adalah harga dari perang,” katanya.

“(Israel) harus sangat berhati-hati untuk memastikan bahwa mereka fokus mengejar orang-orang yang menyebarkan perang melawan Israel. Dan itu bertentangan dengan kepentingan mereka jika hal itu tidak terjadi,” imbuh Biden.

Selama wawancara langsung dengan Gendelman, Al Arabiya menerima laporan bahwa Kementerian Kesehatan di Gaza telah merilis nama dan nomor identitas lebih dari 7.000 korban yang terbunuh sejak Israel melancarkan pengeboman terbarunya di Jalur Gaza.

Sebagai respons, Gendelman meminta “bukti”, dengan mengatakan; “Ini adalah daftar nama dan nomor identitas, tapi di mana mayatnya? Di mana buktinya? Kami dapat memberi Anda 10.000 nama dan 100.000 nama, tetapi ini tidak membuktikan mereka dibunuh.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!