AS Sebut Rusia Eksekusi Tentaranya yang Mundur
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 05:49 WIB
“Pasukan Rusia yang dimobilisasi masih kurang terlatih, kurang perlengkapan dan tidak siap untuk bertempur, seperti yang terjadi pada serangan musim dingin mereka yang gagal tahun lalu,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby dalam sebuah pengarahan seperti dikutip dari BBC, Jumat (27/10/2023).
Dia mengatakan bahwa militer Rusia tampaknya menggunakan apa yang di sebut taktik 'gelombang manusia', hanya melemparkan sejumlah besar tentara yang kurang terlatih ke dalam pertempuran.
“Tidak ada peralatan yang memadai, tidak ada kepemimpinan, tidak ada sumber daya, tidak ada dukungan. Tidak mengherankan jika pasukan Rusia menderita karena moral yang buruk,” tambah Kirby.
Pengambilalihan Avdiivka – yang terletak di dekat kota Donetsk yang diduduki Rusia – akan memungkinkan pasukan Rusia untuk menekan garis depan, sehingga mempersulit pasukan Ukraina untuk membuat kemajuan lebih lanjut ke wilayah Donetsk.
Baca Juga: Dicegat Jet Tempur Su-27 Rusia, 2 Pesawat Pengebom Nuklir AS Putar Balik
Avdiivka telah ditinggalkan oleh 30.000 penduduknya ketika pasukan Rusia terus menyerangnya. Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan situasi yang terjadi di kota itu “sangat sulit”.
Dia mengatakan bahwa militer Rusia tampaknya menggunakan apa yang di sebut taktik 'gelombang manusia', hanya melemparkan sejumlah besar tentara yang kurang terlatih ke dalam pertempuran.
“Tidak ada peralatan yang memadai, tidak ada kepemimpinan, tidak ada sumber daya, tidak ada dukungan. Tidak mengherankan jika pasukan Rusia menderita karena moral yang buruk,” tambah Kirby.
Pengambilalihan Avdiivka – yang terletak di dekat kota Donetsk yang diduduki Rusia – akan memungkinkan pasukan Rusia untuk menekan garis depan, sehingga mempersulit pasukan Ukraina untuk membuat kemajuan lebih lanjut ke wilayah Donetsk.
Baca Juga: Dicegat Jet Tempur Su-27 Rusia, 2 Pesawat Pengebom Nuklir AS Putar Balik
Avdiivka telah ditinggalkan oleh 30.000 penduduknya ketika pasukan Rusia terus menyerangnya. Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan situasi yang terjadi di kota itu “sangat sulit”.
Lihat Juga :