Politikus Israel Ingin Gaza Dibikin Mengerikan seperti Dresden saat Perang Dunia II
Kamis, 26 Oktober 2023 - 08:39 WIB
"Jika kurang dari itu, kita akan dikalahkan, dan kita akan mendapatkan hal yang sama lagi dan lagi; bahkan dengan cara yang lebih buruk.”
Gush Katif adalah pemukiman di Gaza yang dihancurkan oleh pemerintahan Ariel Sharon pada tahun 2005 sebagai bagian dari penarikan diri dari wilayah tersebut.
Sedangkan Yamit adalah pemukiman di Sinai yang dibuldoser setelah perjanjian damai tahun 1982 mengembalikan wilayah tersebut ke Mesir.
Feiglin mengkritik keengganan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menginvasi Gaza sebagai tindakan yang menghancurkan oleh Israel.
Dia juga menuduh Netanyahu menjadikan Israel sebagai “republik pisang” Amerika.
“Pelukan orang Amerika adalah pelukan beruang,” kata Feiglin.
“Saya menghormati orang Amerika. Mereka seharusnya tidak berada di sini. Kita tidak boleh menerima bantuan apa pun dari mereka. Saya bahkan tidak bisa menggambarkan betapa besarnya bencana yang kita timbulkan pada diri kita sendiri, padahal satu-satunya alasan mengapa kita tidak bereaksi dalam 19 hari terakhir adalah karena Amerika," paparnya.
Gush Katif adalah pemukiman di Gaza yang dihancurkan oleh pemerintahan Ariel Sharon pada tahun 2005 sebagai bagian dari penarikan diri dari wilayah tersebut.
Sedangkan Yamit adalah pemukiman di Sinai yang dibuldoser setelah perjanjian damai tahun 1982 mengembalikan wilayah tersebut ke Mesir.
Feiglin mengkritik keengganan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menginvasi Gaza sebagai tindakan yang menghancurkan oleh Israel.
Dia juga menuduh Netanyahu menjadikan Israel sebagai “republik pisang” Amerika.
“Pelukan orang Amerika adalah pelukan beruang,” kata Feiglin.
“Saya menghormati orang Amerika. Mereka seharusnya tidak berada di sini. Kita tidak boleh menerima bantuan apa pun dari mereka. Saya bahkan tidak bisa menggambarkan betapa besarnya bencana yang kita timbulkan pada diri kita sendiri, padahal satu-satunya alasan mengapa kita tidak bereaksi dalam 19 hari terakhir adalah karena Amerika," paparnya.
Lihat Juga :