AS Bersiap Kerahkan Rudal-rudal Hipersonik ke Indo-Pasifik
Senin, 03 Agustus 2020 - 00:42 WIB
Desain konsep misil hipersonik yang dirancang Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/Lockheed Martin
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk mengerahkan berbagai misil baru, termasuk rudal-rudal hipersonik presisi jarak jauh ke kawasan Indo-Pasifik. Senjata hipersonik Amerika sendiri sejatinya masih dalam tahap pengembangan.
Rencana persiapan itu telah dikonfirmasi Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal James McConville. (Baca: AS Tes Rudal Hipersonik yang Melesat 17 Kali dari Kecepatan Suara )
“Kami tahu kami membutuhkan tembakan presisi jarak jauh. Itu adalah prioritas nomor satu kami dan karenanya kami mengembangkan kemampuan hipersonik saat ini, kami telah berhasil dalam pengujian kami," katanya.
"Kami akan memiliki rudal jarak menengah yang dapat menenggelamkan kapal. Kami pikir itu sangat, sangat penting untuk kemampuan penolakan anti-akses/area yang mungkin kita hadapi," lanjut jenderal Amerika tersebut saat berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington pekan lalu, seperti dilansir Sputniknews, Senin (3/8/2020).
Lokasi negara mana untuk pengerahan senjata hipersonik Amerika ini belum ditentukan. McConville mengatakan bahwa tujuan militer AS adalah untuk "mengalahkan" setiap calon musuh dalam setiap konflik yang mungkin terjadi, dengan ini diharapkan menjadi mungkin melalui modernisasi komprehensif militer AS. (Baca juga: Imbangi Rusia, AS Bikin Senjata Hipersonik Kedua Senilai Rp7 Triliun )
Para pejabat militer AS telah menyatakan keprihatinan atas ukuran yang semakin besar dan kecanggihan teknologi Angkatan Laut dan Angkatan Udara China dalam beberapa tahun terakhir, di mana Beijing melampaui jumlah total kapal perang AS tahun lalu, dan bersiap untuk menambah kapal induk baru.
Rencana persiapan itu telah dikonfirmasi Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal James McConville. (Baca: AS Tes Rudal Hipersonik yang Melesat 17 Kali dari Kecepatan Suara )
“Kami tahu kami membutuhkan tembakan presisi jarak jauh. Itu adalah prioritas nomor satu kami dan karenanya kami mengembangkan kemampuan hipersonik saat ini, kami telah berhasil dalam pengujian kami," katanya.
"Kami akan memiliki rudal jarak menengah yang dapat menenggelamkan kapal. Kami pikir itu sangat, sangat penting untuk kemampuan penolakan anti-akses/area yang mungkin kita hadapi," lanjut jenderal Amerika tersebut saat berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington pekan lalu, seperti dilansir Sputniknews, Senin (3/8/2020).
Lokasi negara mana untuk pengerahan senjata hipersonik Amerika ini belum ditentukan. McConville mengatakan bahwa tujuan militer AS adalah untuk "mengalahkan" setiap calon musuh dalam setiap konflik yang mungkin terjadi, dengan ini diharapkan menjadi mungkin melalui modernisasi komprehensif militer AS. (Baca juga: Imbangi Rusia, AS Bikin Senjata Hipersonik Kedua Senilai Rp7 Triliun )
Para pejabat militer AS telah menyatakan keprihatinan atas ukuran yang semakin besar dan kecanggihan teknologi Angkatan Laut dan Angkatan Udara China dalam beberapa tahun terakhir, di mana Beijing melampaui jumlah total kapal perang AS tahun lalu, dan bersiap untuk menambah kapal induk baru.
Lihat Juga :